
Bareksa - Saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melonjak tajam setelah beredar rumor merger antara Bank Danamon dan MUFG selaku pemegang saham pengendali.
Pada perdagangan Rabu (22/4/2026), pukul 09.35 WIB saham BDMN menyentuh Auto Reject Atas (ARA) 25% ke Rp3.850, melanjutkan reli dalam dua hari terakhir.
Sentimen pasar muncul setelah kabar bahwa MUFG disebut akan melakukan inbreng aset ke BDMN dengan valuasi sekitar Rp8.000 per saham. Rumor yang beredar, potensi pengumuman aksi korporasi tersebut akan dilakukan pada 12 Mei 2026.
Jika merger BDMN dan MUFG terealisasi, entitas gabungan berpotensi menjadi bank terbesar kelima di Indonesia berdasarkan total aset. Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi MUFG memperkuat bisnis perbankan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Hingga saat ini belum ada keterbukaan informasi resmi dari Bank Danamon (BDMN) maupun MUFG terkait rumor merger tersebut.
Investor perlu mencermati bahwa informasi yang beredar masih berupa spekulasi pasar, sehingga pergerakan harga saham BDMN berpotensi tetap volatil sampai ada konfirmasi resmi dari perseroan atau regulator.
Rumor merger BDMN dan MUFG mendorong saham Bank Danamon melonjak hingga ARA. Namun investor masih menunggu konfirmasi resmi dari perseroan.
1. Kenapa saham BDMN naik?
Karena beredar rumor merger dengan MUFG.
2. Berapa kenaikan saham BDMN?
Naik hingga ARA 25% ke Rp3.850.
3. Berapa valuasi yang disebut pasar?
Sekitar Rp8.000 per saham.
4. Kapan rumor pengumuman merger?
Disebut berpotensi pada 12 Mei 2026.
5. Apakah merger sudah resmi?
Belum, belum ada keterbukaan informasi resmi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.