
Bareksa - PT United Tractors Tbk (UNTR) menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp1.663 per saham. Informasi ini penting karena memberikan gambaran potensi imbal hasil sekaligus menunjukkan strategi perusahaan dalam mengelola nilai bagi pemegang saham.
United Tractors merupakan emiten yang bergerak di bidang distribusi alat berat, kontraktor pertambangan, dan energi. Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 April 2026, total dividen yang dibagikan mencapai Rp5,92 triliun.
Dari jumlah tersebut, Rp567 per saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada Oktober 2025, sementara sisa Rp1.096 per saham akan dibayarkan pada 18 Mei 2026.
Dengan harga saham UNTR terakhir Rp31.600 (20/4), estimasi dividend yield UNTR berada di kisaran:
Selain dividen, perseroan juga menjalankan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) hingga Rp2 triliun. Program ini dilakukan dalam kondisi pasar yang berfluktuasi dan bertujuan menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Manajemen menyatakan buyback tidak berdampak material terhadap operasional maupun kondisi keuangan, karena didukung kas internal yang memadai.
Tabel Ringkasan Dividen
Keterangan | Nilai |
|---|---|
Dividen per saham (total) | Rp1.663 |
Dividen interim | Rp567 |
Dividen final | Rp1.096 |
Harga saham | Rp31.600 |
Estimasi yield total | ~5,26% |
Estimasi yield final | ~3,47% |
Sumber: UNTR, diolah
Jadwal Penting Dividen
Agenda | Tanggal |
|---|---|
Cum dividen Reguler & Negosiasi | 24 April 2026 |
Ex dividen Reguler & Negosiasi | 27 April 2026 |
Cum dividen Pasar Tunai | 28 April 2026 |
Ex dividen Pasar Tunai | 29 April 2026 |
Recording Date | 28 April 2026 |
Pembayaran dividen | 18 Mei 2026 |
Sumber: UNTR
Tabel Historis Dividen UNTR
Tahun Buku | Interim | Final | Total Dividen per Saham |
|---|---|---|---|
2025 | Rp567 | Rp1.096 | Rp1.663 |
2024 | Rp667 | Rp1.484 | Rp2.151 |
2023 | Rp701 | Rp1.569 | Rp2.270 |
Sumber: UNTR, diolah
Pembagian dividen ini didukung oleh laba bersih UNTR tahun 2025 sebesar Rp14,81 triliun, dengan total ekuitas mencapai Rp103,13 triliun.
Bagi investor, dividen mencerminkan potensi pendapatan tunai, sedangkan buyback dapat menjadi katalis peningkatan harga saham melalui perbaikan rasio keuangan seperti laba per saham (EPS). Namun, realisasi manfaat tersebut tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar dan kinerja perseroan ke depan.
UNTR tidak hanya membagikan dividen dengan yield menarik, tetapi juga melengkapi strategi dengan buyback saham. Kombinasi ini mencerminkan posisi keuangan yang solid dan upaya menjaga nilai bagi pemegang saham di tengah kondisi pasar yang dinamis.
1. Kapan dividen UNTR dibayarkan?
Pada 18 Mei 2026 untuk dividen final.
2. Berapa total dividen UNTR tahun buku 2025?
Rp1.663 per saham, termasuk interim Rp567.
3. Apa tujuan buyback saham UNTR?
Untuk menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan nilai pemegang saham.
4. Berapa estimasi dividend yield UNTR?
Sekitar 5,26% dari harga Rp31.600.
5. Apakah buyback memengaruhi dividen?
Tidak secara langsung, tetapi keduanya merupakan strategi berbeda dalam mengembalikan nilai ke investor.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.