
Bareksa - Emiten infrastruktur digital yang menyediakan layanan data center, cloud, dan konektivitas internet, PT Indointernet Tbk (EDGE) mencatat pendapatan naik menjadi Rp1,1 triliun pada 2025.
Menurut laporan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (17/4), laba bersih perseroan turun tajam hingga 52% di periode yang sama.
Hal ini terjadi karena perseroan sedang dalam fase ekspansi agresif data center, yang mendorong lonjakan aset tetapi menekan profitabilitas jangka pendek.
Ringkasan Kinerja EDGE
| Keterangan | 2025 | 2024 | Perubahan |
|---|---|---|---|
Pendapatan | Rp1.100,8 miliar | Rp950,4 miliar | ↑ 15,8% |
Laba Bersih | Rp120,8 miliar | Rp253,3 miliar | ↓ 52,3% |
Total Aset | Rp5.455,0 miliar | Rp3.511,8 miliar | ↑ 55,3% |
Ekuitas | Rp1.829,5 miliar | Rp1.708,9 miliar | ↑ |
ROA | 2,2% | 6,6% | ↓ |
ROE | 6,6% | 13,6% | ↓ |
Sumber: materi presentasi EDGE
Menurut laporan perseroan terlihat tren cukup jelas:
Hal serupa juga terjadi pada ekuitas:
Ekuitas naik dari Rp1,47 triliun → Rp1,70 triliun → Rp1,83 triliun
Tapi ROE turun dari 17,2% → 13,6% → 6,6%
Ini menandakan return ke pemegang saham sementara tertekan
Dari sisi pendapatan:
2023: Rp950,4 miliar
2024: Rp1.016,8 miliar
2025: Rp1.100,8 miliar
Namun ada catatan penting:
Pendapatan cloud sebelumnya dicatat gross (2023–2024)
Tahun 2025 berubah menjadi net basis
Artinya, kenaikan ini tetap solid meski metode pencatatan lebih konservatif
Catatan laba menunjukkan:
2023: Rp253,3 miliar
2024: Rp232,3 miliar
2025: Rp120,8 miliar
Penurunan ini sejalan dengan:
Investasi besar data center
Pengembangan infrastruktur baru
Ekspansi layanan (termasuk AI & liquid cooling)
EDGE sedang membangun fondasi jangka panjang:
Kapasitas data center saat ini: 29 MW
Target CGK Campus: 500 MW (potensi 1 GW)
Pengembangan:
Fiber bawah tanah (2025–2026)
Data center AI-ready (liquid cooling)
SLA tinggi: 100% (data center) & 99,96% (konektivitas)
Kondisi ini menunjukkan EDGE sedang berada di fase ekspansi agresif, di mana:
Pertumbuhan pendapatan tetap berjalan
Laba dan rasio profitabilitas tertekan sementara
Model seperti ini umum di bisnis infrastruktur digital, terutama data center dan AI ecosystem.
EDGE mencatat pertumbuhan pendapatan yang konsisten, namun laba dan rasio profitabilitas turun akibat lonjakan investasi. Kenaikan aset dan ekspansi besar menunjukkan fokus jangka panjang, terutama untuk menangkap peluang AI dan digitalisasi. Dalam jangka pendek, kinerja tertekan, namun arah bisnis menunjukkan potensi pertumbuhan ke depan jika proyek berjalan optimal.
1. Kenapa ROA dan ROE EDGE turun?
Karena aset dan ekuitas naik cepat akibat investasi, sementara laba belum mengikuti.
2. Apa arti perubahan gross ke net revenue?
Pendapatan dicatat lebih konservatif, sehingga angka lebih mencerminkan nilai bersih.
3. Apakah penurunan laba ini wajar?
Umum terjadi pada perusahaan yang sedang ekspansi besar.
4. Apa itu data center untuk AI?
Infrastruktur khusus untuk komputasi tinggi seperti machine learning dan AI.
5. Apa risiko utama EDGE saat ini?
Eksekusi proyek dan kemampuan monetisasi dari investasi besar.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Adam Nugoroho/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.