
Bareksa - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), emiten sektor ritel, khususnya jaringan department store di Indonesia, menetapkan pembagian dividen final Rp250 per saham dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan ini diambil dalam RUPST karena perseroan tetap mengalokasikan laba untuk pemegang saham sebagai bentuk pengembalian nilai, sekaligus menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika sektor ritel.
Mengacu keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 16 April 2026, dividen final ini merupakan hasil persetujuan RUPST pada 15 April 2026 dan akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat pada 27 April 2026.
Dengan asumsi harga penutupan Rp1.925 pada 16 April 2026, maka:
Komponen | Nilai |
|---|---|
Dividen final | Rp250 |
Harga saham | Rp1.925 |
Dividend yield | ±12,99% |
Sumber: LPPF, diolah Bareksa
Yield di kisaran ~13% ini tergolong tinggi di pasar, sehingga menarik bagi investor yang mengincar pendapatan dividen.
Keterangan | Tanggal |
|---|---|
RUPST | 15 April 2026 |
Pengumuman dividen | 16 April 2026 |
Cum dividen (reguler & negosiasi) | 23 April 2026 |
Ex dividen | 24 April 2026 |
Recording date | 27 April 2026 |
Pembayaran dividen | 4 Mei 2026 |
Sumber: LPPF
Dividen ini menunjukkan:
Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan:
Kondisi sektor ritel yang sensitif terhadap daya beli
Kinerja keuangan perusahaan ke depan
LPPF membagikan dividen final Rp250 per saham dengan estimasi yield sekitar 12,99% (harga Rp1.925). Yield tinggi ini menarik bagi investor income, namun tetap perlu dicermati risiko sektor ritel dan keberlanjutan kinerja.
1. Siapa yang berhak mendapat dividen LPPF?
Pemegang saham hingga cum date.
2. Apakah yield 13% ini pasti?
Tergantung harga beli masing-masing investor.
3. Kapan dividen cair?
Dijadwalkan pada 4 Mei 2026.
4. Apakah LPPF rutin bagi dividen besar?
Relatif dikenal sebagai saham high dividend, namun tidak selalu konsisten.
5. Apa risiko utama saham LPPF?
Daya beli masyarakat dan tren industri ritel.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.