
Bareksa - Saham ritel kebutuhan rumah tangga, PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. Indonesia, menunjukkan strategi pertumbuhan agresif dengan fokus ekspansi besar-besaran di pasar Indonesia yang masih belum tergarap maksimal.
Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (6/4), MDIY menargetkan pembukaan 1.200–1.500 toko baru hingga 2029. Dalam dua tahun terakhir, perusahaan mampu membuka sekitar 270 toko per tahun dengan tingkat penutupan yang sangat rendah. Menariknya, sebagian besar toko bisa balik modal dalam waktu kurang dari 3 tahun.
Keunggulan utama MDIY terletak pada:
Strategi ini membuat MDIY berpotensi menjadi top of mind di segmen konsumsi mass market.
Dengan jaringan global lebih dari 5.500 toko, MDIY memiliki daya tawar kuat ke pemasok. Hal ini menghasilkan margin kotor 54–56%, lebih tinggi dibanding pesaing seperti ACES.
Meski penjualan toko lama (SSSG) masih tertekan akibat kondisi ekonomi, pertumbuhan pendapatan tetap terjaga di level mid-teens. Pendorong utamanya adalah ekspansi jaringan dan peningkatan volume transaksi.
Fenomena “downtrading” atau pergeseran konsumen ke produk lebih murah menjadi katalis positif. Hal ini membuat posisi MDIY sebagai retailer harga terjangkau semakin relevan.
MDIY mencatat pertumbuhan arus kas operasi hingga 70% dan mulai menurunkan tingkat utang. Selain itu, manajemen berkomitmen membagikan dividen minimal 40%, menjadi daya tarik tambahan bagi investor.
Ringkasan Kinerja Keuangan Mr DIY Indonesia (MDIY)
(dalam miliar rupiah)
Kinerja Keuangan | 2025 | 2024 | Q4 2025 | Q4 2024 |
|---|---|---|---|---|
Pendapatan | 7.922,2 | 6.789,6 | 2.150,1 | 1.867,5 |
Laba Kotor | 4.365,5 | 3.737,5 | 1.162,3 | 1.027,9 |
Laba Bersih | 1.131,0 | 1.078,3 | 338,6 | 291,3 |
Sumber: MDIY
MDIY saat ini diperdagangkan pada PER 19,9x, lebih tinggi dibanding ACES di 9,3x. Artinya, pasar sudah memasukkan ekspektasi pertumbuhan tinggi ke dalam harga saham.
Pada perdagangan Selasa pagi (7/4), saham MDIY naik 1,12% jadi Rp900, dibandingkan penutupan hari sebelumnya Rp890.
MDIY menawarkan cerita pertumbuhan yang menarik dengan ekspansi agresif, margin tinggi, dan dukungan tren konsumsi. Namun, valuasi premium dan risiko eksekusi tetap perlu diperhatikan.
Saham ini lebih cocok untuk investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang, dengan kesiapan menghadapi volatilitas dan risiko implementasi strategi ekspansi.
1. Apakah MDIY berpotensi ekspansi ke luar negeri?
Saat ini fokus utama masih di pasar domestik, namun peluang ekspansi regional tetap terbuka.
2. Bagaimana sensitivitas bisnis MDIY terhadap daya beli masyarakat?
Relatif tahan karena menyasar segmen harga terjangkau, bahkan diuntungkan saat konsumen berhemat.
3. Apakah ada risiko persaingan dari e-commerce?
Ada, tapi MDIY unggul di pengalaman belanja langsung dan kebutuhan harian yang cepat.
4. Seberapa penting lokasi toko bagi kinerja MDIY?
Sangat penting, karena traffic dan aksesibilitas jadi penentu utama penjualan.
5. Apa indikator yang perlu dipantau investor ke depan?
Performa SSSG, margin laba, dan keberhasilan ekspansi toko baru.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.