
Bareksa - Kinerja PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sepanjang 2025 mengalami tekanan signifikan. Pendapatan turun hampir 30% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp4,4 triliun. Bahkan, perusahaan mencatat rugi bersih Rp89 miliar, berbalik dari laba Rp234 miliar di tahun sebelumnya.
Menurut riset Ciptadana Sekuritas Asia (2/4), penyebab utama penurunan ini adalah anjloknya penjualan lahan industri hingga lebih dari 80%. Selain itu, margin keuntungan juga ikut menyusut, menandakan efisiensi bisnis yang melemah.
Meski masih mencatat laba operasional, nilainya jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Margin operasional turun drastis, menunjukkan tekanan besar pada bisnis inti.
Kondisi semakin memburuk di kuartal IV 2025. Pendapatan merosot lebih dari 50% secara tahunan dan perusahaan mencatat rugi bersih Rp96 miliar. Hal ini dipicu oleh penurunan laba kotor dan kenaikan biaya operasional.
Namun, analis menilai pelemahan ini bersifat siklus. Artinya, kondisi ini bisa membaik seiring waktu.
Meski kinerja saat ini tertekan, analis tetap mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham SSIA dengan target harga Rp2.080 per saham. Potensi pemulihan dinilai sudah mulai tercermin pada harga saham saat ini.
Kinerja SSIA tertekan akibat penurunan tajam penjualan lahan industri. Namun karena faktor siklikal, peluang pemulihan masih terbuka dan rekomendasi BUY tetap dipertahankan.
1. Kenapa SSIA rugi?
Karena penjualan lahan industri turun drastis dan margin melemah.
2. Apakah bisnis SSIA masih berjalan?
Masih, terbukti dari laba operasional yang tetap positif meski kecil.
3. Bagaimana prospeknya?
Analis menilai pelemahan ini bersifat sementara (siklikal) dengan potensi pemulihan.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.