
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT. Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 17 Maret 2026. Rekomendasi itu di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi bisa rebound secara teknikal.
Saham AMRT turun 2,74% dan ditutup di Rp1.420 (16/3). Saat ini AMRT masih berada dalam tren turun jangka menengah, bergerak dalam pola kanal menurun setelah gagal menembus area resistance Rp1.965.
Harga terus melemah dan kini mendekati area support penting di Rp1.375–1.380, yang sebelumnya menjadi area minat beli yang cukup kuat.
Namun, indikator Stochastic (5,3,3) sudah mendekati area jenuh jual (oversold), yang menunjukkan ada peluang rebound teknikal dalam jangka pendek.
Rekomendasi: speculative buy di Rp1.420, stop loss: Rp1.370, target profit: Rp1.550 dan Rp1.640
Saham ASII naik 0,43% dan ditutup di Rp5.850 (16/3). Pergerakan harga terakhir menunjukkan pola lower high (puncak makin rendah), yang menandakan tekanan jual mulai meningkat.
Saat ini harga mendekati area support penting di Rp5.725, yang juga merupakan batas bawah dari area konsolidasi sebelumnya.
Indikator momentum seperti Stochastic mendekati area jenuh jual (oversold), sehingga ada peluang rebound teknikal dalam jangka pendek, meskipun tren secara keseluruhan sudah masuk fase koreksi.
Rekomendasi: buy on weakness di Rp5.775, stop loss: Rp5.650, target profit: Rp6.100.
Saham BBRI turun 0,85% dan ditutup di Rp3.480 (16/3). Saat ini BBRI mengalami tekanan turun (bearish) yang meningkat setelah gagal bertahan di area resistance Rp3.980–4.050.
Harga terbaru berada di sekitar Rp3.480, menunjukkan momentum melemah dan masih berada dalam fase koreksi lanjutan.
Indikator momentum seperti Stochastic sudah berada di area jenuh jual (oversold), sehingga ada peluang rebound teknikal jangka pendek, meskipun secara keseluruhan arah masih cenderung konsolidasi ke bearish.
Rekomendasi: speculative buy di Rp3.480, stop loss: Rp3.410, target profit: Rp3.600.
Saham CBDK turun 1,07% dan ditutup di Rp4.630 (16/3). Saat ini CBDK berada dalam tren turun koreksi yang cukup kuat setelah gagal mempertahankan tren naik di atas level resistance Rp6.700.
Harga turun cukup tajam dari puncaknya dan terus membentuk pola lower high dan lower low, yang menandakan tekanan jual masih berlanjut.
Indikator momentum seperti Stochastic mulai bergerak naik dari area bawah, yang menunjukkan ada peluang rebound teknikal jangka pendek, namun tren utama masih lemah selama belum mampu kembali menembus resistance penting.
Rekomendasi: speculative buy di Rp4.630, stop loss: Rp4.390, target profit: Rp4.910.
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
IHSG turun 115 poin (-1,61%) dan ditutup di level 7.022 (16/3). Pergerakan hariannya berada di kisaran tertinggi 7.120 dan terendah 6.917. Saham DSSA, BRMS, dan AMMN menjadi penekan utama indeks.
Saat ini IHSG sedang dalam tren turun jangka pendek yang cukup kuat setelah gagal melanjutkan kenaikan dari puncak 9.174. IHSG juga sudah menembus beberapa level support penting, termasuk 7.482, yang menandakan tekanan jual masih berlanjut.
Posisi IHSG sekarang di 7.022, jauh di bawah rata-rata pergerakan 55 hari, menunjukkan tren pasar berubah dari naik menjadi fase koreksi.
Level support berikutnya ada di sekitar 6.750, yang sebelumnya menjadi area minat beli kuat. Indikator seperti Stochastic sudah berada di area jenuh jual (oversold), artinya ada peluang rebound teknikal, tapi tren utama masih turun selama belum ada pembalikan arah yang jelas.
Secara keseluruhan, IHSG masih dalam fase koreksi dan cenderung bergerak volatil sampai terbentuk titik dasar yang kuat.
Secara teknikal, IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.917 (support/batas bawah) – 7.157 (resistance/batas atas) dengan peluang IHSG ditutup di level yang lebih tinggi hari ini, 17 Maret 2026.
IHSG masih dalam fase koreksi namun sudah oversold, sehingga membuka peluang rebound teknikal jangka pendek. Saham AMRT, ASII, BBRI, dan CBDK direkomendasikan untuk trading dengan strategi buy on weakness atau speculative buy, seiring potensi pantulan harga.
1. Apa arti rebound teknikal?
Kenaikan harga sementara setelah penurunan, biasanya karena kondisi sudah jenuh jual (oversold).
2. Kenapa saham-saham ini direkomendasikan?
Karena mendekati area support dan indikator menunjukkan potensi pantulan.
3. Apakah tren IHSG sudah kembali naik?
Belum, IHSG masih dalam tren koreksi meski ada peluang rebound jangka pendek.
4. Strategi yang cocok saat ini?
Trading jangka pendek dengan disiplin pada level stop loss.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.