
Bareksa – Tim Analis Bareksa merilis rekomendasi saham hari ini (25/2) dengan tiga pilihan menarik untuk strategi trading jangka pendek, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Berikut ulasan lengkap area entry, target harga (TP), dan batas stop loss yang bisa menjadi panduan investor.
Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) direkomendasikan trading buy di kisaran Rp2.380–Rp2.420. Pada 24 Februari, harga terakhir stagnan di Rp2.420.
Target ambil untung berada di:
Adapun batas stop loss di Rp2.330 untuk membatasi risiko.
Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) direkomendasikan buy on pullback, yakni beli saat harga melemah di area Rp3.700–Rp3.740. Harga terakhir turun 1,32% ke Rp3.740.
Target harga:
TP1: Rp3.810
TP2: Rp3.850
Stop loss disarankan di Rp3.650.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga masuk daftar trading buy di area Rp4.350–Rp4.380. Pada perdagangan terakhir, ANTM melemah tipis 0,23% ke Rp4.380.
Target harga:
TP1: Rp4.500
TP2: Rp4.600
Batas stop loss di Rp4.200.
Stock Pick (Rp) | JPFA | JSMR | ANTM |
|---|---|---|---|
Last Price | 2.420 | 3.740 | 4.380 |
Recommendation | Trading Buy | Buy on Pullback | Trading Buy |
Entry Range | 2.420 | 3.740 | 4.380 |
2.380 | 3.700 | 4.350 | |
Target Price (TP) 1 | 2.480 | 3.810 | 4.500 |
Target Price (TP) 2 | 2.510 | 3.850 | 4.600 |
Stop Loss | 2.330 | 3.650 | 4.200 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 24/2/2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di 8.281, turun 115 poin (-1,37%) pada perdagangan Selasa (24/2). Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (25/2), penurunan IHSG terjadi meskipun investor asing mencatat beli bersih Rp1,4 triliun.
Tiga sektor yang paling menekan indeks adalah Energi (-3,50%), Konsumer Siklikal (-3,12%), dan Infrastruktur (-2,29%). Saham yang banyak membebani indeks antara lain AMMN (-4,49% ke 7.450), DSSA (-2,96% ke 84.425), dan BRMS (-4,72% ke 1.010).
Sementara itu, rupiah melemah 29 poin ke Rp16.823 per dolar AS. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 8.170–8.400 dan berpeluang ditutup menguat.
Tim Analis Bareksa merekomendasikan JPFA dan ANTM sebagai trading buy, serta JSMR buy on pullback dengan area entry dan target harga yang jelas. Di tengah IHSG yang terkoreksi ke 8.281 dan rupiah melemah ke Rp16.823 per dolar AS, disiplin pada level stop loss menjadi kunci manajemen risiko bagi trader jangka pendek.
1. Apa itu trading buy?
Strategi beli saham untuk jangka pendek dengan target kenaikan harga tertentu.
2. Apa itu buy on pullback?
Strategi beli saat harga saham turun sementara dalam tren naik.
3. Kenapa perlu stop loss?
Untuk membatasi potensi kerugian jika harga bergerak tidak sesuai perkiraan.
4. Apakah rekomendasi ini untuk investasi jangka panjang?
Tidak. Rekomendasi ini ditujukan untuk strategi trading jangka pendek.
5. Bagaimana pengaruh IHSG turun terhadap saham pilihan?
Koreksi IHSG bisa memengaruhi pergerakan saham, sehingga penting memperhatikan level teknikal dan manajemen risiko.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.