Rekomendasi Saham Tim Analis Bareksa: ANTM, INDY & BUMI, IHSG Berpeluang Menguat

Abdul Malik • 23 Feb 2026

an image
Ilustrasi lokasi tambang PT Indika Energy Tbk (INDY). (www.indikaenergy.co.id)

Tim Analis Bareksa merekomendasikan ANTM, INDY, dan BUMI untuk trading 23 Februari 2026. IHSG diproyeksi berpeluang menguat di kisaran 8.227–8.376.

Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebagai saham pilihan untuk trading jangka pendek hari ini, 23 Februari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang menguat. 

1. ANTM: beli untuk trading di Rp4.150-4.230

Harga saham ANTM melemah 0,24% jadi Rp4.355 (20/2). Target harga ambil untung ANTM di Rp4.330 dan Rp4.400, serta stop rugi di Rp4.050. 

2. INDY: beli untuk trading di Rp3.680-3.730

Harga saham INDY turun 3,88% jadi Rp1.575 (20/2). Target harga ambil untung INDY di Rp3.800 dan Rp3.850, serta stop rugi di Rp3.600. 

3. BUMI: beli untuk trading di Rp286-294

Harga saham BUMI melemah 2% jadi Rp294 (20/2). Target harga ambil untung BUMI di Rp310 dan Rp320, serta stop rugi di Rp276. 

Highlight Pasar

Grafik Pergerakan IHSG

Sumber: Ciptadana Sekuritas

Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (23/2), IHSG ditutup di level 8.272 pada perdagangan Jumat (20/2), turun tipis 2 poin (-0,03%). Meski begitu, investor asing masih mencatat beli bersih sekitar Rp241 miliar.

Tiga sektor saham yang paling melemah adalah barang konsumsi non-primer (-1,53%), transportasi & logistik (-1,06%), serta energi (-1,02%). Pergerakan indeks terutama dipengaruhi penurunan saham DSSA (-2,03% ke Rp87.000), BRPT (-3,81% ke Rp2.020), dan AMRT (-4,47% ke Rp1.815).

Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat 7 poin ke level Rp16.873 per dolar AS. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 8.227–8.376, dengan peluang ditutup menguat pada sesi hari ini (23/2/2026). 

Kesimpulan

IHSG berpeluang menguat meski sebelumnya bergerak tipis. Dukungan beli asing dan penguatan rupiah menjadi sentimen positif. Untuk trading jangka pendek, ANTM, INDY, dan BUMI direkomendasikan dengan target ambil untung dan batas stop rugi yang terukur.

FAQ

1. Apakah rekomendasi ini untuk investasi jangka panjang?
Tidak, rekomendasi ini untuk trading jangka pendek.

2. Kenapa IHSG bisa berpeluang naik?
Didukung aksi beli asing dan kondisi teknikal yang masih stabil.

3. Apa pentingnya level stop rugi?
Untuk membatasi potensi kerugian jika harga bergerak berlawanan.

4. Apakah saham batu bara masih menarik?
Menarik untuk trading, terutama saat volatilitas tinggi.

5. Apa strategi terbaik saat pasar fluktuatif?
Gunakan disiplin target profit dan stop loss.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

Disclaimer

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.​