Rekomendasi Saham Hari Ini: BRIS, EXCL, MEDC & SMGR, IHSG Sinyal Awal Pemulihan

Abdul Malik • 03 Feb 2026

an image
Tower PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI di Jakarta. (Shutterstock)

Rekomendasi saham hari ini BRIS, EXCL, MEDC, dan SMGR untuk trading jangka pendek. IHSG menunjukkan sinyal awal pemulihan dari area support penting, peluang rebound mulai terbuka.

Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (3/2) merekomendasikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal memberikan sinyal awal pemulihan. 

1. BRIS: Buy on Weakness di Rp2.160

Saham BRIS bergerak stagnan dan ditutup di level Rp2.250 (2/2). BRIS masih berada dalam tren turun jangka menengah, dengan membentuk pola lower high dan lower low sejak mencapai puncak di kisaran Rp2.900–3.000.

Dalam beberapa waktu terakhir, saham ini memantul dari zona support Rp2.070–2.150, yang berperan sebagai area permintaan utama. Munculnya ekor bawah yang panjang (long lower wick) mengindikasikan adanya minat beli dan akumulasi jangka pendek.

Rekomendasi buy on weakness di Rp2.160 dengan stop loss Rp2.110 dan target profit Rp2.360. 

2. EXCL: Buy on Weakness di Rp2.710

Saham EXCL turun 11,82% dan ditutup di level Rp2.910 (2/2). EXCL menunjukkan pembalikan arah bearish yang tajam setelah sebelumnya reli hingga puncak Rp4.550. Saham ini sempat membentuk tren naik yang kuat, namun pada sesi terakhir mencetak candlestick bearish besar dengan tekanan jual yang tinggi, yang mengindikasikan distribusi dan aksi ambil untung.

Rekomendasi buy on weakness di kisaran Rp2.710 dengan stop loss Rp2.600 dan target profit Rp3.090.

3. MEDC: Buy on Weakness di Rp1.350

Saham MEDC turun 6,25% dan ditutup di level Rp1.425 (2/2). MEDC saat ini bergerak dalam fase sideways hingga konsolidasi setelah gagal mempertahankan reli dari puncak Rp1.750. 

Pergerakan harga membentuk lower high dan tertahan oleh garis tren menurun, yang menandakan melemahnya momentum bullish.

Baru-baru ini, saham mencoba memantul dari zona support Rp1.290, namun potensi kenaikan masih terbatas karena harga kesulitan menembus area resistance Rp1.500–1.630.

Rekomendasi buy on weakness di Rp1.360 dengan stop loss Rp1.280 dan target profit Rp1.465.

4. SMGR: Buy on Weakness di Rp2.540

Saham SMGR naik 5,31% dan ditutup di level Rp2.580 (2/2). SMGR saat ini bergerak sideways (range trading) tanpa arah tren yang jelas. Pergerakan harga diperkirakan masih fluktuatif (choppy) dan membuka peluang swing trading di dalam rentang harga, sambil menunggu breakout yang tegas untuk mengonfirmasi pergerakan besar berikutnya.

Indikator momentum oscillator mulai berbalik naik dari area menengah-bawah, yang mengindikasikan potensi rebound jangka pendek.

Rekomendasi buy on weakness di Rp2.540 dengan stop loss Rp2.440 dan target profit Rp2.750.

Highlight Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 407 poin (-4,88%) dan ditutup di level 7.923 (2/2). Perdagangan berlangsung pada rentang tertinggi 8.313 dan terendah 7.820. Saham DSSA, AMMN, dan BRMS secara berurutan menjadi penggerak utama indeks.

IHSG masih berada dalam tren naik jangka menengah, didukung oleh garis tren yang menanjak serta pola higher high dan higher low. Namun, setelah reli hingga puncak 9.174, indeks mengalami koreksi tajam yang mengindikasikan aksi ambil untung jangka pendek dan tekanan koreksi.

Saat ini harga bergerak di area 7.850–7.920, yang bertepatan dengan zona retracement Fibonacci 0,382–0,5, sehingga menjadi level support dan area penentuan penting. Indikator Stochastic mulai memantul dari area oversold, memberikan sinyal awal pemulihan.

Level resistance utama: 8.525, 8.700, dan 9.174. Level support utama: 7.854, 7.548, dan 7.482. 

Kesimpulan

Secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan sinyal pemulihan awal setelah terkoreksi tajam dan bertahan di area support Fibonacci penting. Saham BRIS, EXCL, MEDC, dan SMGR direkomendasikan dengan strategi buy on weakness karena berada di dekat level support dan berpeluang rebound jangka pendek. Namun, volatilitas pasar masih tinggi sehingga disiplin pada stop loss menjadi kunci utama.

FAQ

1. Apa itu strategi buy on weakness?
Strategi membeli saham saat harga melemah di dekat area support dengan harapan terjadi pantulan (rebound).

2. Apakah rekomendasi ini untuk jangka panjang?
Tidak. Rekomendasi ini lebih cocok untuk trading jangka pendek atau swing trading.

3. Mengapa IHSG disebut mulai pulih meski masih turun?
Karena indikator teknikal seperti Stochastic mulai keluar dari area oversold dan harga bertahan di support penting.

4. Saham mana yang paling defensif di tengah volatilitas?
Secara karakter, BRIS dan SMGR cenderung lebih defensif dibanding saham berbasis komoditas atau siklikal.

5. Apa risiko utama yang perlu diperhatikan?
Risiko koreksi lanjutan jika IHSG gagal bertahan di area support dan sentimen global kembali memburuk.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.