
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (30/1) merekomendasikan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengindikasikan peluang rebound teknikal jangka pendek.
Saham BBCA naik 2,49% dan ditutup di level Rp7.200 (29/1). Namun, secara tren BBCA masih berada dalam tren turun setelah menembus level support penting dan garis tren naiknya. Harga sebelumnya sempat jatuh tajam ke sekitar Rp6.375, mencetak level terendah baru dan menegaskan tekanan jual yang kuat.
Indikator momentum masih lemah dan berada di area jenuh jual, yang menunjukkan tekanan penurunan masih mendominasi, meskipun ada peluang rebound teknikal jangka pendek. Strateginya, BBCA dinilai menarik untuk dibeli saat harga melemah di Rp6.900, dengan batas cut loss di Rp6.750 dan target keuntungan di Rp7.575.
BMRI naik 1,54% dan ditutup di level Rp4.630 (29/1). Namun dalam jangka pendek, BMRI masih mendapat tekanan turun setelah gagal bertahan di atas level support Rp4.800. Koreksi tajam yang terjadi belakangan ini menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat.
Meski begitu, harga BMRI masih bergerak di atas area support utama di kisaran Rp3.990–4.010, yang sebelumnya sering menjadi area pantulan. Karena itu, peluang rebound teknikal dalam waktu dekat masih terbuka. Strateginya, BMRI layak dibeli saat harga melemah di Rp4.520, dengan batas cut loss di Rp4.370 dan target keuntungan di Rp4.720.
ISAT naik 1,82% dan ditutup di level Rp2.240 (29/1). Saham ini sedang bergerak mendatar (konsolidasi) setelah rebound kuat dari level terendah Rp1.615. Kondisi ini menandakan struktur pergerakan jangka menengah sudah berubah menjadi lebih positif, dengan pola harga yang terus membentuk level lebih tinggi.
Saat ini, harga masih bertahan di atas garis tren naik, yang menunjukkan tren naik masih terjaga meski momentum mulai melambat. Strateginya, ISAT dinilai menarik untuk dibeli saat harga melemah di Rp2.170, dengan batas cut loss di Rp2.110 dan target keuntungan di Rp2.340.
RAJA turun 3,49% dan ditutup di level Rp4.430. Saham ini sedang mengalami tekanan jual yang kuat setelah gagal bertahan di atas level support Rp5.550, yang memicu aksi jual tajam. Harga kemudian turun mendekati area support Rp3.750, yang sebelumnya menjadi area minat beli utama.
Pergerakan ini menandakan RAJA keluar dari fase konsolidasi sebelumnya dan mengonfirmasi perubahan tren jangka pendek ke arah turun. Meski begitu, saham ini masih berpeluang mengalami rebound teknikal. Strateginya, RAJA dinilai menarik untuk dibeli saat harga melemah di Rp4.270, dengan batas cut loss di Rp3.900 dan target keuntungan di Rp5.125.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 88 poin (-1,06%) dan ditutup di level 8.232 (29/1). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran tertinggi 8.297 dan terendah 7.482. Saham DSSA, TLKM, dan BBCA menjadi penggerak utama pergerakan indeks.
Secara tren jangka menengah, IHSG masih berada dalam tren naik. Namun saat ini sedang mengalami koreksi teknikal. IHSG gagal bertahan di atas level resistance 9.174, sehingga memicu penurunan ke area support 8.525–8.694, yang sejalan dengan garis tren naik dan level Fibonacci penting.
Selama IHSG masih bertahan di atas area support tersebut, tren naik secara umum masih terjaga. Sebaliknya, jika IHSG turun menembus 8.525, ada risiko pelemahan lanjutan ke area 7.854–7.482. Indikator momentum menunjukkan stochastic mulai bangkit dari area jenuh jual, yang mengindikasikan peluang rebound teknikal jangka pendek, meski potensi kenaikan diperkirakan terbatas dan belum mampu menembus level tertinggi sebelumnya.
Sebelumnya IHSG merosot dan diberlakukan trading halt 2 hari berturut-turut setelah turun 8% secara intraday hingga kemarin, akibat isu MSCI.
Di tengah koreksi IHSG, saham BBCA, BMRI, ISAT, dan RAJA masih memiliki peluang rebound teknikal jangka pendek. Strategi buy on weakness bisa dipertimbangkan selama IHSG dan masing-masing saham mampu bertahan di area support, dengan tetap menerapkan manajemen risiko melalui cut loss karena volatilitas pasar masih tinggi.
1. Rekomendasi saham ini cocok untuk jangka pendek atau panjang?
Rekomendasi ini lebih ditujukan untuk trading jangka pendek dengan memanfaatkan peluang rebound teknikal.
2. Apa yang dimaksud “buy on weakness”?
Buy on weakness adalah strategi membeli saham saat harga sedang melemah di area support, dengan harapan harga memantul naik.
3. Kenapa cut loss penting dalam strategi ini?
Karena pasar masih volatil, cut loss diperlukan untuk membatasi risiko jika harga bergerak berlawanan dari skenario rebound.
4. Apakah rekomendasi ini masih relevan jika IHSG kembali turun tajam?
Jika IHSG menembus area support penting, strategi perlu dievaluasi ulang karena risiko lanjutan bisa meningkat.
5. Apakah saham-saham ini aman untuk pemula?
Pemula sebaiknya tetap berhati-hati, gunakan modal terbatas, dan disiplin pada level beli serta cut loss yang direkomendasikan.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.