
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (28/1) merekomendasikan saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini. Pasar saham Tanah Air dibayangi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Saham CUAN naik 4,09% dan ditutup di level Rp1.780 (27/1). Saat ini CUAN sedang berada dalam fase koreksi di tengah tren naik yang lebih besar, setelah sebelumnya tertahan di dekat level tertingginya.
Harga saham bergerak mendatar (konsolidasi) di area permintaan penting, sehingga peluang pantulan harga secara teknikal semakin besar.
Level support terdekat berada di kisaran Rp1.640–1.675. Rekomendasi beli saat harga melemah di Rp1.720, dengan batas rugi (stop loss) di Rp1.630, dan target keuntungan di Rp1.850.
Saham INET naik 1,36% dan ditutup di level Rp448 (27/1). Saat ini INET sedang mengalami koreksi teknikal setelah sebelumnya naik kuat, dengan harga bergerak mendatar (konsolidasi) di dekat area support penting.
Tren besarnya masih naik (bullish), sehingga penurunan terakhir ini bersifat koreksi sementara. Level support terdekat berada di kisaran Rp392–382 sebagai area minat beli. Level ini penting untuk menjaga peluang terjadinya rebound.
Rekomendasi beli spekulatif di Rp448, dengan batas rugi (stop loss) di Rp410, dan target keuntungan di Rp505.
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi pengumumun MSCI. MSCI telah menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia pada 27 Januari 2026. Hasilnya, MSCI memutuskan membekukan sementara semua kenaikan terkait indeks untuk saham Indonesia (termasuk Review Indeks Februari 2026), karena masih adanya kekhawatiran soal transparansi free float dan kemudahan investasi.
Keputusan MSCI:
Jika hingga Mei 2026 tidak ada perbaikan signifikan soal transparansi, MSCI akan meninjau ulang aksesibilitas pasar Indonesia, yang berpotensi menyebabkan:
Tekanan jual diperkirakan masih berlanjut, terutama pada saham yang sebelumnya diharapkan masuk indeks MSCI dan saham yang berisiko bobotnya dipangkas. Fokus pasar kini tertuju pada respons regulator, dengan perbaikan transparansi menjadi kunci utama.
Dampaknya IHSG dibuka memerah pada perdagangan Rabu (28/1). IHSG tercatat merosot 5,24% jadi 8.509,76 pada pukul 09.42 WIB.
Sumber: Ciptadana Sekuritas
Sebelumnya IHSG ditutup relatif datar, naik tipis 5 poin (+0,05%) ke level 8.980 (27/1). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di kisaran 8.873 – 8.980. Saham DSSA, GOTO, dan TLKM menjadi penggerak utama indeks.
Saat ini IHSG sedang mengalami koreksi yang masih sehat di tengah tren naik yang jelas, setelah sebelumnya tertahan di dekat level tertingginya. Secara umum, arah pergerakan IHSG masih naik (bullish), sehingga penurunan ini lebih bersifat koreksi sementara, bukan pembalikan tren.
Level support terdekat berada di 8.715, kemudian support yang lebih kuat di 8.525. Area ini bertepatan dengan batas bawah tren naik dan area konsolidasi sebelumnya, sehingga menjadi level penting untuk peluang pantulan harga.
Sementara itu, resistance terdekat berada di 9.058, yang merupakan level tertinggi sebelumnya. Jika IHSG mampu menembus level ini, peluang kenaikan bisa terbuka kembali menuju 9.174, yang merupakan level tertinggi sepanjang masa.
Indikator stochastic sudah masuk ke area jenuh jual, yang menandakan tekanan penurunan mulai melemah dan peluang rebound teknikal semakin besar.
CUAN dan INET menawarkan peluang beli saat koreksi, dengan target rebound teknikal. IHSG masih dalam tren naik jangka menengah, namun pengumuman MSCI menimbulkan volatilitas. Investor disarankan selektif, fokus saham fundamental dan support jelas.
1. Kenapa CUAN & INET direkomendasikan?
Kedua saham berada di area support penting dan menunjukkan potensi rebound teknikal.
2. Apa dampak pengumuman MSCI?
MSCI membekukan kenaikan indeks, bisa menimbulkan tekanan jual jangka pendek, tapi tidak mengubah tren jangka menengah IHSG.
3. Level IHSG yang perlu diperhatikan?
Support utama: 8.715 & 8.525
Resistance terdekat: 9.058, peluang ke 9.174 jika tembus.
4. Strategi investor saat ini?
Selektif, fokus saham dengan tren bullish, gunakan stop loss, dan pantau respons regulator.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.