
Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini (27/1/2028). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi ditutup di zona positif.
Saham AKRA ditutup naik 3,8% jadi Rp1.355 (26/1). Saham perusahaan perdagangan olahan minyak bumi ini direkomendasikan beli untuk trading dengan harga masuk di rentang Rp1.340-13.55. Target harga ambil untung saham AKRA di Rp1.380 dan Rp1.400, serta stop rugi di Rp1.280.
Saham MEDC bertambah 3,96% jadi Rp1.575 (26/1). Saham perusahaan di bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi ini direkomendasikan beli untuk trading dengan harga masuk di rentang Rp1.550-1.575. Target harga ambil untung saham MRDC di Rp1.625 dan Rp1.650, serta stop rugi di Rp1.520.
Saham BBRI stagnan di Rp3.850 (26/1). Saham bank BUMN terbesar ini direkomendasikan beli akumulatif dengan harga masuk di rentang Rp3.820-3.850. Target harga ambil untung saham BBRI di Rp3.950 dan Rp4.000, serta stop rugi di Rp3.750.
Stock Pick (Rp) | AKRA | MEDC | BBRI |
|---|---|---|---|
Last Price | 1.355 | 1.575 | 3.850 |
Recommendation | Trading Buy | Trading Buy | Accumulative Buy |
Entry Range | 1.340 | 1.550 | 3.820 |
1.355 | 1.575 | 3.850 | |
Target Price (TP) 1 | 1.380 | 1.625 | 3.950 |
Target Price (TP) 2 | 1.400 | 1.650 | 4.000 |
Stop Loss | 1.280 | 1.520 | 3.750 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 26/1/2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 8.975, naik 24 poin (0,27%) pada perdagangan Senin (26/1), dengan investor asing mencatatkan net buy Rp24 miliar. Menurut riset tenikal Ciptadana Sekuritas Asia (27/1), tiga sektor saham dengan penguatan terbesar adalah Bahan Baku (4,45%), Transportasi & Logistik (1,67%), dan Konsumer Non-Siklikal (0,41%).
Pergerakan indeks terutama didorong oleh saham DSSA yang naik 5,84% ke Rp110.600, AMMN (9,03% ke Rp7.850), dan EMAS (18,22% ke Rp7.300). Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat 42 poin ke level Rp16.780 per dolar AS.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 8.838–9.058, dengan indeks berpeluang mengakhiri sesi di zona positif.
Tim Analis Bareksa merekomendasikan AKRA dan MEDC untuk trading buy, serta BBRI untuk buy akumulatif, seiring prospek IHSG yang diperkirakan ditutup di zona positif. Penguatan indeks didukung aliran dana asing, kinerja sektor bahan baku dan transportasi, serta penguatan rupiah. Strategi beli dengan target dan stop loss menjadi kunci untuk mengelola risiko di tengah volatilitas pasar.
1. Apakah rekomendasi ini cocok untuk investor jangka panjang?
Rekomendasi AKRA dan MEDC lebih ditujukan untuk trading jangka pendek, sementara BBRI lebih cocok untuk akumulasi bertahap.
2. Apa risiko utama yang perlu diperhatikan hari ini?
Perubahan sentimen global, pergerakan harga komoditas, dan volatilitas menjelang rilis data ekonomi.
3. Apakah harus membeli semua saham rekomendasi sekaligus?
Tidak wajib. Investor bisa memilih saham sesuai profil risiko dan modal masing-masing.
4. Mengapa IHSG diperkirakan positif?
Didukung net buy asing, sektor penguat utama, serta kondisi teknikal IHSG yang masih berada di tren positif.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.