
Bareksa - Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini (23/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpotensi Terkoreksi.
Harga saham KLBF naik 2.08% jadi Rp1.225 (22/1). Saham emiten farmasi swasta tersebut direkomendasikan beli untuk trading dengan harga masuk di rentang Rp1.210-1.220. Target harga ambil untung KLBF di Rp1.245 dan Rp1.255, serta stop rugi di Rp1.180.
Harga saham SIDO melemah 0,9% jadi Rp540 (22/1). Saham emiten industri herbal tersebut direkomendasikan beli untuk trading dengan harga masuk di rentang Rp530-540. Target harga ambil untung SIDO di Rp555 dan Rp565, serta stop rugi di Rp520.
Harga saham SMGR naik 1,5% jadi Rp2.650 (22/1). Saham emiten semen milik pemerintah ini direkomendasikan beli untuk trading dengan harga masuk di rentang Rp2.610-2650. Target harga ambil untung SMGR di Rp2.700 dan 2.720, serta stop rugi di Rp2.580.
Stock Pick (Rp) | KLBF | SIDO | SMGR |
|---|---|---|---|
Last Price | 1.225 | 540 | 2.650 |
Recommendation | Trading Buy | Trading Buy | Trading Buy |
Entry Range | 1.210 | 530 | 2.610 |
1.220 | 540 | 2.650 | |
Target Price (TP) 1 | 1.245 | 555 | 2.700 |
Target Price (TP) 2 | 1.255 | 565 | 2.720 |
Stop Loss | 1.180 | 520 | 2.580 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 22/1/2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG/JCI) turun 18 poin atau 0,2% dan ditutup di level 8.992 (22/1/2026). Mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (23/1), sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran tertinggi 9.110 dan terendah 8.992. Saham PTRO, BUMI, dan BRPT berturut-turut menjadi saham yang paling banyak menggerakkan pasar.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG mencoba menembus area resistance (batas atas) yang lebih tinggi, namun mulai menunjukkan tanda-tanda ragu di dekat level tertinggi terbarunya. Pergerakan harga terbaru menunjukkan indeks sempat mencetak rekor baru di level 9.174, lalu mengalami koreksi cukup tajam di dekat batas atas pergerakan harga.
Level support terdekat untuk jangka pendek berada di 8.956 dan 8.840. Dalam jangka pendek, momentum terlihat melemah dan harga masih tertekan di area resistance. Area support penting: 8.715 yang dianggap sebagai level psikologis dan area konsolidasi sebelumnya.
Jika IHSG mampu bertahan dan bergerak di atas 8.715, ada peluang untuk melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, jika turun menembus level 8.715, hal ini bisa memicu koreksi yang lebih dalam.
Kesimpulan
Rekomendasi saham KLBF, SIDO, dan SMGR lebih cocok untuk strategi trading jangka pendek, bukan investasi jangka panjang, mengingat kondisi IHSG yang masih berpotensi koreksi. Disiplin pada batas target profit dan stop loss menjadi kunci agar peluang tetap optimal meski pasar bergerak fluktuatif. Investor disarankan selektif, tidak mengejar harga, serta menyesuaikan ukuran transaksi dengan profil risiko masing-masing.
FAQ
1. Apakah saham ini cocok untuk investor pemula?
Cocok untuk pemula yang sudah memahami dasar trading dan siap menerapkan manajemen risiko.
2. Apakah rekomendasi ini untuk jangka panjang?
Tidak. Rekomendasi ini khusus untuk trading jangka pendek sesuai pergerakan teknikal.
3. Bagaimana jika IHSG turun lebih dalam?
Gunakan stop loss yang sudah ditetapkan agar risiko kerugian tetap terkendali.
4. Apakah wajib membeli semua saham yang direkomendasikan?
Tidak. Investor bisa memilih satu atau dua saham sesuai strategi dan modal.
5. Kapan waktu yang tepat untuk masuk?
Saat harga berada di area beli (entry range) dan kondisi pasar mendukung, bukan saat harga sudah melonjak.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Christian Halim/AM)
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist di PT Bareksa Marketplace Indonesia dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.