Bukan Aplikasi Trading! Ini Alasan Saham COIN Disebut “Pemilik Jalan Tol” Kripto RI

Abdul Malik • 20 Jan 2026

an image
Ilustrasi koin kripto. (Shutterstock)

Analisis mendalam saham COIN. Bukan aplikasi kripto, tapi operator bursa kripto Indonesia. Ini valuasi, katalis, risiko & alasan rekomendasi BELI Rp4.870.

Bareksa - Ketika minat masyarakat terhadap kripto terus tumbuh, banyak investor fokus ke aplikasi trading. Tapi jarang yang sadar, ada satu saham yang justru berada di balik seluruh transaksi kripto di Indonesia. Namanya PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).

Inilah cerita mengapa COIN disebut-sebut sebagai penerima manfaat utama ekonomi kripto Indonesia, dan kenapa rekomendasinya BELI dengan target harga Rp4.870 per saham, mengutip riset Ciptadana Sekuritas Asia (20/1/2026).

COIN Itu Apa Sih?

Selama ini orang tahunya kripto ya lewat aplikasi trading. Tapi di balik aplikasi-aplikasi itu, ada satu “pengelola pasar”-nya. Itulah Indokripto Koin Semesta (COIN).

Gampangnya begini:

  • Aplikasi kripto = pedagang di pasar
  • COIN = pengelola pasar & pencatat transaksi

Lewat dua anak usaha:

  • CFX → bursa kripto resmi Indonesia
  • ICC → tempat penitipan aset kripto

Setiap transaksi kripto yang resmi di Indonesia harus lewat sistem ini. Jadi siapa pun aplikasinya, COIN tetap kebagian “jatah”.

Kenapa Model Bisnis COIN Menarik?

Sumber uang COIN bukan dari jual beli kripto, tapi dari biaya transaksi.

Faktanya:

  • Sekitar 85% pendapatan COIN dari biaya transaksi
  • Sistemnya sudah digital → biaya operasional relatif tetap
  • Kalau transaksi makin ramai → keuntungan bisa naik cepat

Ibaratnya jalan tol tidak peduli mobilnya merek apa. Yang penting lalu lintas makin padat.

Kenapa Laba COIN Bisa Tumbuh Kencang?

Ada 3 alasan utama:

  • Pengguna kripto di Indonesia terus bertambah
  • Semua transaksi wajib dicatat di bursa
  • Derivatif kripto mulai jalan

Di dunia global, 70% transaksi kripto itu derivatif. Di Indonesia? Baru mulai. Artinya, peluangnya masih sangat besar. Saat transaksi makin ramai, COIN ikut panen.

Apa Untungnya Buat Investor Saham?

Bedanya besar:

  • Beli kripto → harga bisa naik-turun ekstrem
  • Beli saham COIN → diuntungkan saat pasar kripto ramai, tanpa peduli harga koin naik atau turun

Jadi COIN cocok buat investor yang:

  • Mau tema kripto
  • Tapi tidak mau stres lihat grafik kripto

Kenapa Target Harga Saham Rp4.870 Masuk Akal?

  • Pertumbuhan laba diproyeksikan sangat tinggi
  • Posisi COIN sulit ditiru (izin & regulasi ketat)
  • Ada peluang katalis seperti masuk indeks global (MSCI)

Selama aktivitas kripto Indonesia tumbuh, nilai bisnis COIN ikut naik.

Risiko Tetap Ada

Beberapa yang perlu diperhatikan:

  • Risiko keamanan siber
  • Aturan pemerintah bisa berubah
  • Kalau pasar kripto sepi, transaksi ikut turun

Tapi dibanding aplikasi kripto, risiko COIN lebih terkendali karena posisinya sebagai pengelola pasar.

Kesimpulan

  • COIN bukan saham spekulasi kripto
  • Ini saham infrastruktur keuangan digital Indonesia
  • Cocok untuk investasi jangka menengah–panjang
  • Rekomendasi: BELI
  • Target harga saham : Rp4.870/saham

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.