Overdiversifikasi: Apakah Terlalu Banyak Saham Justru Berbahaya?

Abdul Malik • 09 Jan 2026

an image
Ilustrasi investor memantau grafik pergerakan harga saham. (Shutterstock)

Bagaimana jika saham yang kita punya terlalu overdiversifikasi? Berikut penjelasannya

Bareksa - Diversifikasi sering dianggap sebagai strategi paling aman dalam investasi. Namun, muncul pertanyaan lanjutan yang jarang dibahas secara kritis: apakah terlalu banyak saham justru bisa menjadi masalah? Fenomena ini dikenal sebagai overdiversifikasi, dan sering terjadi tanpa disadari oleh investor pemula.

Apa Itu Overdiversifikasi?

Overdiversifikasi terjadi ketika investor memiliki terlalu banyak saham dalam portofolio hingga manfaat diversifikasi tambahan menjadi sangat kecil. Pada titik tertentu, penambahan saham baru tidak lagi menurunkan risiko secara signifikan, tetapi justru menambah kompleksitas.

Asumsi Keliru di Baliknya

Asumsi yang sering muncul adalah: “Semakin banyak saham, semakin aman.” Padahal, setiap saham membutuhkan pemahaman. Tanpa pemahaman yang memadai, investor hanya menyebar risiko tanpa kendali.

Dampak Negatif Overdiversifikasi

  • Beberapa risiko overdiversifikasi antara lain:
  • Sulit memantau kinerja setiap saham
  • Potensi return menjadi mendekati rata-rata pasar
  • Keputusan investasi menjadi reaktif dan tidak fokus

Alih-alih mengurangi risiko, overdiversifikasi bisa membuat investor kehilangan kendali atas portofolionya sendiri.

Pendekatan Diversifikasi yang Sehat

Diversifikasi yang rasional berfokus pada:

  • Jumlah saham yang masih bisa dipantau
  • Perbedaan sektor dan model bisnis
  • Kesesuaian dengan tujuan investasi

Diversifikasi penting, tetapi terlalu banyak saham bukan berarti lebih aman. Investor perlu menemukan titik optimal antara perlindungan risiko dan fokus analisis.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(Tubagus Imam Satrio/Adam Nugroho/AM)

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.​