Stock Pick : IHSG Menguat, Rekomendasi Trading Saham Hari Ini ASII, ULTJ dan TLKM

Abdul Malik • 22 Mar 2024

an image
Menara Astra (dok. Astra)

Penguatan IHSG seiring Bursa Saham AS Wall Street yang kembali mencatat rekor

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,1% atau bertambah 7,23 poin jadi 7.338,5 pada Kamis (21/3/2024), didorong aksi borong asing Rp556,02 miliar. Penguatan IHSG seiring Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street yang kembali mencatat rekor didorong optimisme pasar atas pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Di tengah penguatan IHSG, Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham pilihan untuk ide trading saham hari ini, Jumat (22/3) yakni ASII, ULTJ dan TLKM. 

Stock Pick

ASII

ULTJ

TLKM

Last Price

Rp5.350

Rp1.700

Rp3.890

Recommendation

Buy on Weakness

Trading Buy

Hold

Entry Range

Rp5.350

Rp1.705

Rp3.900

Rp5.225

Rp1.680

Rp3.850

Target Price (TP) 1

Rp5,450

Rp1.735

Rp3.980

Target Price (TP) 2

Rp5.525

Rp1.750

Rp4.010

Stop Loss

Rp5.100

Rp1.635

Rp3.800

Sumber : Tim Analis Bareksa, last price per 21/3/2024

Beli Saham di Sini

ASII : last price Rp5.350

Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) menguat 1,42% atau bertambah 75 poin menjadi Rp5.350 pada Kamis (21/3). Tim Analis Bareksa merekomendasikan beli saat melemah (BoW) saham ASII di rentang harga Rp5.225 hingga Rp5.350, dengan target harga ambil untung di Rp5.450 dan Rp5.525, serta stop rugi di Rp5.100. 

ASII berencana menambah unit usaha untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Ada 11 kegiatan usaha yang akan ditambah ASII. Langkah ini bisa membuat laba usaha Astra meningkat 0,001% hingga 0,024%. Sedangkan laba bersih diperkirakan naik 0,001% sampai 0,017%. Saat ini, ASII telah menjual 6 model mobil battery electric (BEV) dan 13 model mobil hybrid electric (HEV) di Indonesia menggunakan merek Toyota, Lexus dan BMW. Selain itu, ASII juga menjual sepeda motor listrik EM1 e melalui merek Honda.

ULTJ : last price Rp1.700

Harga saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menguat 0,29% atau bertambah 5 poin menjadi Rp1.700 pada Kamis (21/3). Tim Analis Bareks merekomendasikan trading buy saham ULTJ di kisaran Rp1.680 hingga Rp1.705, dengan target harga ambil untung di Rp1.735 dan Rp1.750, serta stop rugi di Rp1.635. 

ULTJ pada periode Januari-September 2023 membukukan laba bersih Rp939 miliar, atau melesat 12,5% secara tahunan (YOY).  Kenaikan laba didorong oleh kinerja penjualan ULTJ yang mencapai Rp6,11 triliun, atau tumbuh 7,75%. ULTJ kerap dibicarakan akhir-akhir ini karena dinilai mendapat sentimen positif dari program susu gratis pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 di Pemilu 2024. 

Beli Saham di Sini

TLKM : last price Rp3.890

Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah 1,02% atau berkurang 40 poin menjadi Rp3.890 pada Kamis (21/3). Tim Analis Bareksa merekomendasikan hold saham TLKM di rentang harga Rp3.850 hingga Rp3.900, dengan target harga ambil untung di Rp3.980 dan Rp4.010, serta stop rugi di Rp3.800.

TLKM dan NEC Indonesia baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman untuk mempercepat digitalisasi di Tanah Air, termasuk mendukung hadirnya smart city di Ibu Kota Negara (IKN).  Sebelumnya TLKM juga menggandeng Huawei untuk mengakselerasi transformasi digital bagi dunia usaha melalui teknologi kecerdasan artifisial (AI). Telkom menargetkan pertumbuhan kinerja 5% di 2024. 

Beli Saham di Sini

(Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.