Pendapatan SMGR Naik 6,2% Jadi Rp38,65 Triliun di 2023, Namun Laba Tertekan

Abdul Malik • 12 Mar 2024

an image
Pekerja sedang beraktivitas di pabrik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Tuban, Jawa Timur. (Shutterstock)

Laba bersih di 2023 yang senilai Rp2,17 triliun masih naik 5,9% dibandingkan 2022 tanpa memperhitungkan dampak pajak tangguhan

Bareksa.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG mengumumkan berhasil membukukan pendapatan Rp38,65 triliun di 2023, atau naik 6,2% dibandingkan 2022. Dalam laporan yang dikutip Bareksa, Selasa (12/2), perseroan mengumumkan kenaikan itu ditopang penjualan di pasar domestik yang naik 3,4% dan pasar regional melesat 35,5%. 

Meski begitu, beban pokok pendapatan naik 10,8%, sejalan dengan kenaikan volume penjualan sebagai akibat kenaikan biaya bahan bakar minyak pada kuartal IV 2022. Hal itu mengakibatkan biaya energi, transportasi dan bahan baku membengkak dan secara penuh terefleksi di kinerja sepanjang 2023. 

Namun, SMGR berhasil mengelola biaya operasi sehingga lebih hemat 4% dari Rp6,1 triliun pada 2022, menjadi Rp5,86 triliun di 2023. Penghematan itu dihasilkan dari efisiensi biaya transportasi dan penanganan hingga 23,7%, sebagai bagian dari upaya untuk efisiensi proses logistik. Sebagai hasilnya, SMGR, masih berhasil mempertahankan labanya di 2023. 

Beli Saham di Sini

Sumber : SMGR

Meskupun laba kotor dan EBITDA masing-masing turun 4,7% dan 2,2% pada 2023, namun perseroan berupaya menekan biaya bunga hingga total 11%. Hal itu membuat laba sebelum pajak naik 0,1%. Namun laba bersih yang bisa diatribusikan ke entitas induk pada 2022 termasuk menghitung pajak tangguhan Rp315 miliar. Jika tanpa menghitungnya, maka laba bersih 2022 senilai Rp2,05 triliun. 

Karena itu, laba bersih di 2023 yang senilai Rp2,17 triliun masih naik 5,9% dibandingkan 2022 tanpa memperhitungkan dampak pajak tangguhan. Namun dengan memperhitungkan pajak tangguhan, maka laba bersih SMGR di 2023 turun 8,2%. 

Beli Saham di Sini

Sumber : SMGR

Rasio keuangan SMGR di 2023, yakni margin laba kotor 26,3% atau turun 3,1% dibandingkan 2022. Kemudin margin laba operasi 11,7%, atau berkurang 1% dibandingkan 2022 yang sebesar 12,7%. Margin EBITDA SMGR di 2023 senilai 20.2% atau melemah 1,7% dibandingkan 21,9% di 2022, serta margin laba bersih 5,6% atau turun dari sebelumnya 6,5%. 

Beli Saham di Sini

SMGR mencatatkan volume penjualan di 2023 33,1 juta ton di pasar domestik atau naik 4,7% dan 7,5 juta di pasar regional atau melesat 42%. Secara total volume penjualan SMGR di 2023 mencapai 40,6 juta ton atau naik 10% dari 2022 yang sebanyak 36,92 juta ton. 

Sumber : SMGR​

Harga saham SMGR melemah 0,42% atau berkurang 25 poin menjadi Rp5.900 pada Jumat (8/3). Sepanjang tahun berjalan (YTD) hingga 8 Maret, saham SMGR turun 8,88% atau berkurang 575 poin. 

Beli Saham di Sini

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.