Provident Investasi Bersama (PALM) Incar Rp3,61 Triliun dari Rights Issue

Martina Priyanti • 07 Mar 2024

an image
Ilustrasi investor memantau pergerakan pasar saham, salah satunya saham yang sedang melakukan aksi korporasi rights issue (HMETD). (Shutterstock)

Rights issue sebanyak 8,65 miliar saham pada harga Rp418 per saham

Bareksa.com - PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) berencana melakukan penawaran umum terbatas kepada pemegang saham dalam rangka Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM HMETD) atau rights issue, sebanyak 8,65 miliar saham atau tepatnya 8.654.256.802 saham, dengan nilai nominal saham baru Rp15 per unitnya. Dalam prospektus ringkas disebutkan bahwa PALM telah membanderol saham rights issue ini pada harga Rp418 per saham.

Sehingga, jumlah dana yang akan diterima Perseroan dalam rangka PMHMETD II ini adalah sebesar Rp3,61 triliun. Disampaikan bahwa untuk rasio dalam aksi korporasi ini yaitu setiap pemegang 301 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 18 Maret 2024 pukul 16.00 WIB, berhak atas 368 HMETD. Adapun setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Melalui surat pernyataan tanggal 16 Februari 2024, PT Provident Capital Indonesia (PCI), sebagai pemegang saham pengendali Perseroan dengan hak suara 45,80%, menyatakan akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya sebanyak 3,96 miliar atau tepatnya 3.963.827.997 lembar saham.

Dengan memperhatikan bahwa jumlah Saham Baru yang diterbitkan dalam PMHMETD II ini seluruhnya berjumlah sebanyak 8,65 miliar saham atau 8.654.256.802 saham biasa atas nama, maka pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD II ini sesuai dengan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan sahamnya (dilusi) dalam jumlah maksimum sebesar 55,01%.

Seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD II ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan oleh perseroan untuk pertama, sebanyak Rp3,61 miiar atau lengkapnya Rp3.612.480.000.000, akan digunakan untuk penyertaan atas 3,61 juta saham baru atau lebih lengkapnya 3.612.480 saham baru yang akan dikeluarkan oleh PT Alam Permai (PT AP) yang akan menyebabkan Perseroan akan tetap memiliki 99,99% kepemilikan saham dalam PT AP. Kemudian, PT AP akan menggunakan dana tersebut untuk melakukan pelunasan utang sebesar Rp3,61 triliun atau lengkapnya sekitar Rp3.612.479.959.000, kepada Winato Kartono, Hardi Wijaya Liong, dan Garibaldi Thohir. Ketiganya merupakan pemegang saham PALM, yang timbul dari transaksi pembelian saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) pada tanggal 24 November 2023 dari Winato Kartono, Hardi Wijaya Liong, dan Garibaldi Thohir sebagai pihak penjual, dalam rangka kegiatan pengembangan portofolio investasi Perseroan.

Kemudian kedua, sisanya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka membiayai beban operasional Perseroan, meliputi antara lain beban gaji dan jasa profesional, dan beban keuangan, dalam rangka mendukung kegiatan usaha Perseroan.

Beli Saham, Klik di Sini
(IQPlus/06638282/mp)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.