Konsensus Pasar Prediksi Suku Bunga AS Naik 0,5%, Ini Strategi Robo Advisor Bareksa

Bareksa • 13 Dec 2022

an image
Ilustrasi Robo Advisor Bareksa yang selalu memantau perkembangan sentimen pasar dari global maupun dalam negeri dalam menyesuaikan portofolio investasinya. (Shutterstock)

Bank Sentral AS akan kembali mengumumkan suku bunga acuan terbaru pada 14 Desember 2022 waktu setempat

Bareksa.com - Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) akan merilis data inflasi untuk bulan November 2022 yang diproyeksikan sedikit melandai dibandingkan bulan sebelumnya, pada Selasa Malam WIB (13/12). Data ini akan jadi salah satu indikator penting yang turut menentukan besaran kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Negara Paman Sam, Federal Reserve (The Fed) atau Fed Rate pada Desember ini.

Mayoritas konsensus pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan 0,5% bulan ini. Jika sesuai prediksi, maka akan jadi sentimen positif, karena sudah diantisipasi oleh pelaku pasar. The Fed akan melaksanakan Rapat Dewan Gubernur yang terakhir di 2022 pada 13-14 Desember waktu AS. Sepanjang 2022 hingga November, The Fed telah menaikkan suku bunga acuan 375 basis poin atau 3,75% dari sebelumnya 0-0,25% jadi 3,75% hingga 4%.

Jelang pengumuman data inflasi dan suku bunga AS tersebut, pasar saham Tanah Air yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri sudah turun signifikan -5,17% pada 1-9 Desember 2022. Aliran dana asing keluar dari pasar regular IHSG mencapai Rp6,8 triliun dalam sepekan terakhir.

Tak Mau Pusing Atur Investasi, Pakai Robo Advisor Bareksa Klik di Sini

Strategi Investasi Robo Advisor Bareksa

Artinya, investor juga telah mengantisipasi jika misalnya rilis data suku bunga AS tidak sesuai perkiraan. Di sisi lain, penurunan IHSG juga bisa menjadi peluang investasi di reksadana berbasis saham, terutama yang berbasis saham kapitalisasi besar (big caps).

​Mempertimbangkan kondisi tersebut, alokasi investasi reksadana dalam portofolio Robo Advisor Bareksa saat ini masih defensif karena menanti kepastian suku bunga acuan AS dan Bank Indonesia. Sehingga porsi di reksadana saham masih cukup minim. 

Namun, jika peluang kenaikan kinerja reksadana saham masih cukup tinggi pasca rilis suku bunga acuan, maka akan dipertimbangkan untuk memperbesar alokasi investasi di instrumen tersebut. Sementara untuk saat ini, investor Robo Advisor Bareksa dapat tetap berinvestasi dengan menargetkan tujuan investasi masing-masing.

Robo Advisor Bareksa Atur Investasi Sesuai Perkembangan Pasar Terkini, Klik di Sini

Robo Advisor Bareksa adalah

Robo Advisor Bareksa adalah robo advisor pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi sebagai penasihat investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Izin ini dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-17/D.04/2021 tentang Pemberian Izin Usaha Penasihat Investasi Kepada PT Bareksa Portal Investasi tertanggal 20 April 2021.

Robo advisor adalah konsultan finansial yang memberikan saran investasi digital dan mengelola portofolio investasi investor dengan menggunakan algoritma khusus yang dibangun dengan teknologi terdepan. Robo advisor juga merupakan salah satu fasilitas yang sering digunakan dalam dunia investasi terutama di Amerika Serikat. Namun kini Bareksa telah menghadirkan robo advisor pertama yang berlisensi OJK. 

Keunggulan robo advisor yang dikembangkan Bareksa, ialah fitur ini menyediakan layanan perencanaan investasi otomatis, didukung oleh algoritma teori portofolio modern dan juga pengawasan manusia. Dengan pengawasan manusia inilah membuat Robo Advisor Bareksa bekerja sesuai dengan kondisi pasar terkini.

Gunakan Rekomendasi Robo Advisor Investasi Berlisensi OJK, Klik di Sini

Promo Robo Advisor Bareksa

Investasi dengan bantuan Robo Advisor Bareksa sekaligus dapat hadiah? Tersedia hadiah voucher reksadana senilai Rp50.000 untuk investor tercepat dan Rp250.000 untuk pembelian reksadana terbesar menggunakan fitur Robo Advisor Bareksa di super app investasi Bareksa. 

Catat kode promo dan minimal pembeliannya berikut ini  :

Hadiah 50 voucher reksadana @ Rp50.000

  • Minimal pembelian Rp500.000

  • Kode promo : ROBOCEPAT12

Hadiah 20 voucher reksadana @ Rp250.000

  • Minimal pembelian Rp1 juta

  • Kode promo : ROBOBESAR12

Kalau sudah catat kode promonya, simak juga syarat dan ketentuannya berikut ini :

Syarat dan Ketentuan Promo FundFest 12.12 Robo Advisor Bareksa

1. Periode promo berlaku dari tanggal 5 - 31 Desember 2022
2. Promo ini berlaku untuk pembelian reksadana melalui Robo Advisor Bareksa menggunakan metode pembayaran apa saja dengan memasukkan kode promo yang dipilih
3. Program promo tidak berlaku untuk karyawan Bareksa
4. Dana tidak boleh dicairkan hingga 31 Januari 2023
5. Investor dengan pembelian tercepat dan memenuhi kuota berhak memenangkan hadiah
6. Satu investor hanya berhak memenangkan satu jenis hadiah pada program promo dalam satu periode selama kuota tersedia
7. Pengumuman pemenang tanggal 15 Februari 2023 melalui sosial media Bareksa dan email kepada pemenang tersebut
8. Hadiah atas promo ini tidak dapat diuangkan dan dipindahtangankan
9. Keputusan Bareksa menentukan pemenang atas promo ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
10. Seluruh pajak hadiah atas promo ini akan ditanggung Bareksa
11. Bareksa memiliki hak untuk dapat membatalkan pemenang atas hadiah dari promo ini jika pemenang terbukti melakukan kecurangan, pelanggaran terhadap hukum sehubungan dengan keikutsertaannya dalam promo ini atau tidak dapat dihubungi

Ayo gunakan Robo Advisor Bareksa untuk mendampingi perjalanan investasi kamu menuju financial freedom.

Investasi di Robo Advisor Bareksa Sekarang, Klik di Sini

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

​* * * 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.