
Bareksa - Investor yang ingin memiliki eksposur dolar Amerika Serikat (AS) kini punya lebih banyak pilihan strategi selain sekadar menyimpan dana di deposito dolar. Salah satu pendekatan yang mulai dilirik adalah menggabungkan obligasi dan saham dalam satu produk investasi, dengan tujuan mendiversifikasi portofolio dolar sekaligus membuka peluang cuan tambahan.
Alasannya cukup sederhana. Menempatkan seluruh dana di deposito atau obligasi dolar memang relatif stabil, tapi potensi pertumbuhan nilainya terbatas. Sebaliknya, menaruh seluruh dana di saham AS bisa memberi peluang return lebih tinggi, namun risiko fluktuasinya juga jauh lebih besar. Bagi investor yang ingin mendapatkan keseimbangan antara stabilitas dan potensi pertumbuhan, kombinasi keduanya dalam satu reksa dana menjadi salah satu solusi yang ditawarkan industri pengelolaan investasi saat ini.
Salah satu produk yang mengusung strategi menjaga keseimbangan stabilitas dan potensi pertumbuhan adalah reksa dana STAR Fixed Income Neo AI Dollar, yang dikelola oleh PT Surya Timur Alam Raya Asset Management (STAR AM). Reksa dana ini menjadikan Efek bersifat Utang berdenominasi dolar AS sebagai fondasi utama portofolio, dengan porsi tambahan pada instrumen lain termasuk saham AS untuk mengejar peluang pertumbuhan ekstra, tanpa membuat keseluruhan portofolio bergantung penuh pada volatilitas pasar saham.
Yang membedakan produk ini dari reksa dana dolar konvensional adalah keterlibatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dari Quantit, perusahaan investasi berbasis teknologi asal Seoul, Korea Selatan, yang berdiri sejak 2019. Teknologi AI Quantit digunakan untuk membantu proses analisis data dan portofolio secara otomatis, sementara keputusan investasi akhir tetap berada di tangan manajer investasi manusia. Bukan AI yang asal memilih instrumen, melainkan alat bantu baca data dan cari peluang.
Quantit sendiri bukan pemain baru di industri keuangan berbasis teknologi. Perusahaan ini sudah dipercaya oleh institusi seperti Samsung Asset Management, KB, dan Shinhan Securities, dengan tim quant yang berasal dari Samsung Securities dan Mirae Asset, serta basis riset dari KAIST. CEO Quantit, Duck Hee Han, saat ini juga menjabat sebagai penasihat teknis AI untuk National Pension Service, dana pensiun terbesar di Korea Selatan.
Dari sisi kebijakan investasi, berdasarkan fund fact sheet per 31 Agustus 2026, komposisi portofolio reksa dana ini terdiri dari Surat Utang Negara 79,12%, Deposito 11,63%, Kas/Setara Kas 5,78%, dan Surat Utang Korporasi 3,47%. Komposisi ini menegaskan bahwa mayoritas dana memang ditempatkan di instrumen berbasis utang yang relatif stabil, sesuai dengan kebijakan investasi Efek Utang sebesar 80%-100% dari total portofolio.
Soal potensi imbal hasil, berdasarkan backtesting selama 10 tahun, strategi kombinasi obligasi dan saham AS dengan dukungan analisis AI ini memiliki potensi imbal hasil di kisaran 5,7%-8,5% per tahun. Angka ini merupakan hasil simulasi historis, bukan jaminan kinerja di masa depan.
Dari sisi kinerja aktual, per akhir Agustus 2026, reksa dana ini mencatatkan return sebesar 2,27% dalam 6 bulan terakhir — capaian tertinggi untuk kategori reksa dana sejenis di Bareksa pada periode tersebut.
Berikut ringkasan kinerja reksa dana ini berdasarkan fund fact sheet per 31 Agustus 2026:
Periode | Reksa Dana | Tolok Ukur** |
|---|---|---|
1 Bulan | 0,77% | 0,20% |
3 Bulan | -0,27% | 0,60% |
6 Bulan | 2,27% | 1,19% |
Sejak Peluncuran | 1,96% | 1,51% |
Sumber: FFS Agustus 2026
Perlu dicatat, kinerja reksa dana ini sempat mencatatkan koreksi -0,27% dalam 3 bulan terakhir, mengikuti fluktuasi pasar obligasi dan saham AS. Ini menjadi pengingat bahwa meski strateginya dirancang untuk menjaga stabilitas lewat fondasi obligasi, reksa dana tetap mengandung risiko fluktuasi nilai aktiva bersih, sebagaimana instrumen investasi pasar modal lainnya.
Reksa dana STAR Fixed Income Neo AI Dollar pertama kali diluncurkan pada 7 Januari 2026. Per akhir Agustus 2026, Total Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebesar USD 1.154.067,31 dan NAB per Unit sebesar USD 1,0196, menurut Fund Fact Sheet reksa dana. Bank kustodian yang mengawasi aset reksa dana ini adalah Standard Chartered Bank.
Bagi investor yang tertarik mencoba strategi diversifikasi dolar ini, cara membelinya cukup mudah. Melalui aplikasi Bareksa, investor tinggal mencari nama produk "STAR Fixed Income Neo AI Dollar", memilih nominal investasi dalam USD, lalu melanjutkan proses transaksi secara online. Minimum investasi awal melalui aplikasi Bareksa mulai dari US$1.000.
Bagi investor yang ingin mendiversifikasi portofolio ke aset dolar tanpa harus memilih ekstrem antara stabilitas penuh di deposito atau risiko penuh di saham, kombinasi obligasi dan saham AS dalam satu reksa dana, dengan bantuan analisis berbasis AI dari Quantit, bisa menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi diversifikasi dolar jangka panjang.
Yuk, mulai eksplorasi investasi dolar kamu sekarang di Bareksa.
Beli STAR Fixed Income NEO AI Dollar
(ADV)
* * *
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana. PT Surya Timur Alam Raya Asset Management Berizin dan Diawasi OJK.
Reksa dana berdenominasi USD yang menjadikan obligasi dolar sebagai fondasi utama portofolio, dengan porsi tambahan di saham AS, dikelola STAR AM dengan bantuan analisis AI dari Quantit.
Teknologi AI Quantit membantu proses analisis data dan portofolio secara otomatis, sementara keputusan investasi akhir tetap berada di tangan manajer investasi
Di aplikasi Bareksa, investor bisa membeli reksa dana ini dengan modal investasi mulai dari US$ 1.000.
Buka aplikasi Bareksa, cari nama produk "STAR Fixed Income Neo AI Dollar", pilih nominal dalam USD, lalu selesaikan transaksi secara online.