
Bareksa - Gajian masuk rutin setiap bulan. Sebagian dipakai untuk kebutuhan harian, cicilan, dan hiburan, sisanya dibiarkan menumpuk di rekening tabungan. Bagi banyak orang, ini terasa aman: uang tidak hilang, saldo terus bertambah, tidak ada risiko rugi. Tapi ada satu hal yang sering terlewat. Uang yang hanya diam di rekening, tanpa arah dan tanpa bekerja, sebenarnya sedang menanggung ongkos yang tidak terlihat di layar mobile banking.
Istilah untuk ongkos tersembunyi ini adalah opportunity cost, selisih antara hasil yang bisa didapat kalau dana ditempatkan di instrumen yang menghasilkan, dibandingkan dibiarkan diam. Bank memang tetap membayar bunga tabungan, tapi angkanya biasanya jauh di bawah inflasi tahunan, sehingga nilai riil uang justru menyusut meski nominalnya terlihat sama atau bertambah sedikit. Berikut lima tanda uangmu sedang "menganggur", dan cara memindahkannya ke tempat yang lebih produktif tanpa harus mengambil risiko besar.
1. Saldo Tabungan Jauh di Atas Kebutuhan Dana Darurat
Dana darurat idealnya setara 3-6 bulan pengeluaran rutin. Kalau saldo tabungan sudah jauh melampaui angka itu dan dibiarkan begitu saja bertahun-tahun tanpa tujuan spesifik, itu tanda paling jelas bahwa sebagian dana tersebut sebenarnya bisa dipindahkan tanpa mengorbankan rasa aman.
2. Dana untuk Tujuan Jelas Disimpan di Rekening Biasa
DP rumah, biaya nikah, atau dana pendidikan anak sering disimpan campur dengan tabungan harian. Kalau horizon waktu tujuan itu masih satu tahun ke depan atau lebih, uangnya punya cukup waktu untuk ditempatkan di instrumen yang memberi hasil lebih baik, bukan sekadar mengendap.
3. Sering Pindah Bank Demi Promo Bunga Tabungan
Effort mencari promo bunga tabungan yang selisihnya hanya nol koma sekian persen sering tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan, padahal ada instrumen lain dengan potensi hasil lebih besar dan proses yang lebih sederhana.
4. Menghindari Semua Investasi Karena Trauma Volatilitas
Wajar kalau pernah dengar cerita rugi di saham atau kripto lalu jadi trauma, tapi menghindari seluruh instrumen investasi bukan solusi, karena ada kelas instrumen dengan risiko jauh lebih rendah yang tetap bisa memberi hasil lebih baik dari tabungan biasa.
5. Menunda Keputusan Investasi Karena Bingung Memilih Instrumen
Terlalu banyak pilihan kadang membuat orang tidak memilih sama sekali, akhirnya dana menumpuk tanpa keputusan apa pun selama bertahun-tahun, padahal makin lama ditunda, makin besar pula opportunity cost yang hilang.
Tidak perlu langsung memindahkan semua dana sekaligus. Cocokkan dulu horizon waktu kebutuhan dana: kalau kurang dari satu tahun, instrumen dengan risiko rendah dan likuiditas tinggi lebih relevan dibanding aset yang fluktuatif seperti saham. Sebelum memindahkan dana, cek klasifikasi risiko instrumen, konsistensi kinerjanya dibanding tolok ukurnya, ada tidaknya biaya keluar-masuk, dan seberapa cepat dana bisa dicairkan kalau tiba-tiba dibutuhkan. Mulai dari porsi kecil dulu untuk merasakan cara kerjanya, sisanya bisa menyusul setelah lebih nyaman.
Untuk dana yang perlu tetap likuid namun ingin bekerja lebih optimal, reksa dana pasar uang dapat menjadi salah satu alternatif yang layak dipertimbangkan.
Avrist Ada Liquid Syariah adalah salah satu contoh reksa dana pasar uang yang dikelola PT Avrist Asset Management, berinvestasi pada instrumen pasar uang dan obligasi bertenor di bawah satu tahun di dalam negeri. Produk ini dikategorikan berisiko rendah dan dirancang untuk memberi pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil sambil tetap menjaga likuiditas tinggi bagi investor, sehingga sesuai untuk dana yang sewaktu-waktu mungkin dibutuhkan kembali. Produk ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi investor yang baru mulai memindahkan dana menganggur, sesuai profil risiko konservatif hingga moderat.
Dalam setahun terakhir per 10 Agustus 2026, Reksa Dana Avrist Ada Liquid Syariah mencatatkan return 5,10%, menurut data Bareksa. Angka tersebut tentu lebih menarik dibandingkan dengan deposito bank yang sekitar 3% setahun sebelum pajak, atau hanya sekitar 2,4% setelah pajak.
Komposisi portofolionya terdiri dari 50,16% pendapatan tetap bertenor di bawah satu tahun dan 49,84% instrumen pasar uang, kombinasi yang menjelaskan mengapa produk ini relatif stabil namun tetap memberi hasil lebih baik dari tabungan biasa.
Minimum investasi awal Rp100.000 melalui aplikasi Bareksa, cukup terjangkau untuk pemula. Selain itu, tanpa biaya pembelian, penjualan kembali, maupun pengalihan unit, sehingga dana bisa dicairkan kapan saja tanpa potongan tambahan.
Tanda | Ongkos Tersembunyi | Langkah Kecil untuk Mulai |
|---|---|---|
Saldo tabungan jauh di atas kebutuhan dana darurat | Selisih hasil (opportunity cost) antara bunga tabungan dan instrumen lain yang lebih optimal | Pisahkan dana darurat (3-6 bulan pengeluaran), sisanya mulai dipindahkan sebagian |
Dana untuk tujuan jelas (DP rumah, nikah, pendidikan) disimpan di rekening biasa | Nilai riil dana tergerus inflasi selama horizon waktu yang sebenarnya masih panjang | Cocokkan horizon waktu tujuan dengan instrumen yang sesuai jangka waktunya |
Sering pindah bank demi promo bunga tabungan | Waktu dan tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan selisih bunga yang kecil | Bandingkan potensi hasil instrumen lain yang prosesnya justru lebih sederhana |
Menghindari semua investasi karena trauma volatilitas pasar | Nilai uang tergerus inflasi tanpa disadari karena hanya diam di tabungan | Kenali dulu instrumen berisiko rendah sebelum menyimpulkan semua investasi berisiko tinggi |
Menunda keputusan investasi karena bingung memilih instrumen | Opportunity cost yang hilang makin besar setiap tahun keputusan ditunda | Mulai dari porsi kecil pada satu instrumen dulu, sambil terus belajar |
Mengenali tanda-tanda uang yang menganggur adalah langkah pertama sebelum memutuskan pindah ke instrumen apa pun. Setelah itu, keputusannya jauh lebih sederhana: cocokkan horizon waktu, cek profil risiko, dan mulai dari langkah kecil. Kalau ingin mengenal lebih lanjut instrumen seperti reksa dana pasar uang, informasi lengkapnya bisa dipelajari di Bareksa.
Tidak hanya jenis pasar uang, Reksa Dana Avrist AM yang tersedia di Aplikasi Investasi Bareksa juga ada dari kelas aset pendapatan tetap, saham hingga indeks. Investor bisa memilih sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risikonya:
Nama Reksa Dana | Jenis |
|---|---|
Avrist Ada Kas Mutiara | Pasar Uang |
Avrist Emerald Stable Fund | Pendapatan Tetap |
Avrist Prime Bond Fund | Pendapatan Tetap |
Avrist Ada Saham Blue Safir Kelas A | Saham |
Reksa Dana Indeks Avrist IDX30 | Indeks Saham |
Buat investor Bareksa yang membeli reksa dana Avrist Asset Management berkesempatan meraih hadiah voucher reksa dana senilai hingga Rp1 juta. Berikut rincian hadiahnya.
Untuk mendapatkan kesempatan meraih hadiah, kamu hanya perlu beli reksa dana Avrist AM di Bareksa senilai minimal Rp2 juta dengan kode promo AVRAGS26.
Syarat dan Ketentuan Promo Reksa Dana Avrist di Bareksa Agustus 2026
1. Periode promo tanggal 10 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB - 30 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB
2. Promo berlaku KHUSUS untuk pembelian produk reksa dana dari AVRIST AM dengan memilih kode promo: AVRAGS26
3. Promo berlaku untuk pembelian produk reksa dana kelolaan AVRIST AM - Minimum Investasi Baru (fresh fund) adalah Rp 2.000.000 / transaksi dan berlaku 1x per nasabah
4. Bonus Investasi yang didapatkan adalah total Rp 10 juta dengan cashback max. Rp 1.000.000 untuk nasabah dengan pembelian TERBESAR
5. Program promo tidak berlaku untuk karyawan Bareksa
6. Reksa Dana yang telah dibeli menggunakan kode promo tidak akan dihitung dalam penilaian program promosi apabila dijual sebelum tanggal 30 November 2026
7. Bareksa akan mengumumkan pemenang pada tanggal 16 Desember 2026 melalui artikel atau email Bareksa.
8. Kuota total hadiah terbatas, tidak dapat diuangkan dan dipindah tangankan
9. Keputusan Bareksa menentukan pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
10. Pajak hadiah ditanggung oleh Bareksa dan bersifat tidak final.
11. Bareksa dapat membatalkan pemenang jika nasabah terbukti melakukan kecurangan, atau tidak dapat dihubungi
12. Disclaimer: Investasi Reksa Dana mengandung risiko, calon investor/investor wajib memahami prospektus, memperhatikan profil risiko dan tujuan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan masa mendatang.
Ayo investasi reksa dana untuk mencapai tujuan keuangan kamu dan raih hadiahnya dari Avrist AM.
Pelajari Reksa Dana Avrist Ada Liquid Syariah
(ADV | hm)
* * *
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan/atau obligasi bertenor pendek, umumnya di bawah satu tahun. Kategori ini dikenal sebagai salah satu jenis reksa dana dengan profil risiko paling rendah karena tidak banyak terekspos fluktuasi harga jangka panjang, sehingga nilainya relatif stabil dan cocok untuk dana yang butuh likuiditas tinggi.
Reksa dana pasar uang umumnya dikategorikan berisiko rendah dibanding jenis reksa dana lain, tapi tetap mengandung risiko seperti risiko kredit dari penerbit instrumen dan risiko likuiditas. Aman secara relatif, bukan bebas risiko sama sekali, sehingga calon investor tetap perlu membaca prospektus sebelum memutuskan.
Modal minimal bervariasi antar produk. Sebagai contoh, Avrist Ada Liquid Syariah membuka investasi awal mulai Rp100.000 di aplikasi investasi Bareksa, tanpa biaya pembelian, penjualan kembali, atau pengalihan unit, sehingga terjangkau untuk investor yang baru mulai memindahkan dana menganggur.