
Bareksa - Setelah melewati tekanan cukup besar pada Juni 2026, pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Momentum rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersebut turut mendorong kinerja sejumlah reksadana campuran yang memiliki eksposur terhadap saham dan obligasi.
Meski sama-sama mencatatkan return positif, ketiga produk reksadana campuran ini memiliki karakteristik risiko dan strategi investasi yang berbeda sehingga layak dipilih sesuai tujuan investasi masing-masing.
IHSG sempat terkoreksi sekitar 7,9% sepanjang Juni 2026 akibat kombinasi kenaikan yield obligasi pemerintah dan pelemahan rupiah.
Namun memasuki Juli, sentimen pasar mulai membaik. Hingga pekan yang berakhir 17 Juli 2026, IHSG berhasil menguat sekitar 4,24%, didukung penguatan saham-saham berkapitalisasi besar terutama sektor:
Perbankan
Komoditas
Saham-saham unggulan (blue chip)
Rebound tersebut ikut menopang nilai aset bersih (NAB) sejumlah reksadana campuran.
Perbandingan Kinerja 3 Reksadana Campuran Sebulan Terakhir
Reksadana | Return* | Karakter Utama |
TRAM Alpha | 1,15% | Agresif, dominan saham |
Eastspring Syariah Mixed Asset | 0,70% | Moderat, dominan sukuk negara |
Sucorinvest Sharia Balanced Fund | 1,21% | Stabil, dominan sukuk korporasi |
Sumber: Bareksa, Return per 21 Juli 2026.
TRAM Alpha memiliki porsi besar pada saham-saham perbankan nasional seperti BCA, BRI, dan BNI yang dipadukan dengan obligasi negara.
Karakter tersebut membuat produk ini:
Lebih sensitif terhadap pergerakan IHSG.
Berpotensi mengalami koreksi lebih dalam saat pasar turun.
Berpotensi mencatat pemulihan lebih cepat ketika pasar kembali menguat.
Bagi investor dengan horizon investasi jangka panjang dan toleransi risiko lebih tinggi, strategi ini dapat memberikan peluang pertumbuhan yang menarik.
Produk ini menempatkan sebagian besar portofolionya pada sukuk negara dengan porsi saham syariah yang relatif kecil.
Strategi tersebut membuat volatilitasnya cenderung lebih rendah dibandingkan reksadana campuran yang dominan saham.
Karakteristiknya antara lain:
Fluktuasi NAB relatif lebih stabil.
Risiko lebih terjaga saat pasar saham melemah.
Potensi kenaikan lebih moderat ketika IHSG menguat.
Sucorinvest Sharia Balanced Fund memiliki mayoritas investasi pada sukuk korporasi berkualitas.
Komposisi tersebut membuat produk ini relatif tidak terlalu dipengaruhi oleh:
Pergerakan IHSG.
Kenaikan yield obligasi pemerintah.
Hasilnya, kinerja produk cenderung lebih konsisten baik saat pasar mengalami tekanan maupun ketika memasuki fase pemulihan.
Tidak ada satu produk yang paling baik untuk semua investor.
Secara umum:
TRAM Alpha lebih sesuai bagi investor yang mengejar potensi pertumbuhan dengan toleransi risiko lebih tinggi.
Eastspring Syariah Mixed Asset cocok bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.
Sucorinvest Sharia Balanced Fund dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan stabilitas dengan tetap memperoleh potensi pertumbuhan dari instrumen syariah.
Diversifikasi pada beberapa jenis aset juga dapat membantu mengurangi risiko portofolio dalam menghadapi berbagai kondisi pasar.
Investor dapat membeli reksadana campuran secara online melalui aplikasi Bareksa dengan langkah berikut:
Login ke aplikasi Bareksa.
Pilih menu reksadana.
Cari produk yang diinginkan.
Pelajari fund fact sheet dan prospektus.
Lakukan pembelian sesuai nominal investasi.
Pemulihan IHSG pada Juli 2026 mulai memberikan dampak positif terhadap sejumlah reksadana campuran. Namun, setiap produk memiliki strategi investasi dan profil risiko yang berbeda.
Investor sebaiknya tidak hanya melihat return jangka pendek, tetapi juga memahami komposisi portofolio, tujuan investasi, serta kesesuaian dengan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/AM)
Tentang Penulis
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Reksadana yang menginvestasikan dana pada kombinasi saham, obligasi, dan pasar uang.
Karena komposisi aset, strategi investasi, dan kebijakan manajer investasi berbeda.
Produk dengan porsi saham lebih besar umumnya berpotensi lebih diuntungkan, sementara produk yang dominan obligasi cenderung lebih stabil.
Tidak. Kinerja historis tidak menjamin kinerja pada masa mendatang.
Investor dapat membeli secara online melalui aplikasi Bareksa setelah memahami prospektus dan fund fact sheet.