
Bareksa - Keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuan (BI rate) di level 4,75% pada April 2026 menjadi sinyal bahwa otoritas masih bersikap wait and see di tengah ketidakpastian global. Salah satu faktor yang kini menjadi perhatian adalah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi dan inflasi global.
Dalam situasi seperti ini, risiko kenaikan inflasi justru bisa membuka peluang pengetatan kebijakan moneter ke depan, bukan pelonggaran. Artinya, ekspektasi penurunan suku bunga menjadi kurang solid, dan arah kebijakan masih sangat bergantung pada perkembangan eksternal serta stabilitas nilai tukar.
Berbeda dengan narasi sebelumnya, fase saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi “peak rate”. Jika tekanan inflasi meningkat akibat faktor global, ruang bagi kenaikan suku bunga masih terbuka. Hal ini membuat pergerakan harga obligasi cenderung lebih volatil dalam jangka pendek.
Secara teori, harga obligasi memang memiliki hubungan terbalik dengan suku bunga. Namun, dalam kondisi ketidakpastian seperti sekarang, investor perlu lebih selektif. Risiko kenaikan yield masih ada, yang berarti potensi capital loss juga perlu diperhitungkan—terutama untuk obligasi dengan durasi panjang.
Oleh karena itu, strategi pengelolaan yang tepat sangat diperlukan saat ini karena tidak semua obligasi memberikan kualitas dan potensi yang sama. Di sinilah peran manajer investasi menjadi penting dalam memilih instrumen yang tepat.
Kenaikan harga komoditas global, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, berpotensi mendorong inflasi tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Bagi investor, inflasi bukan sekadar angka—melainkan faktor yang bisa menggerus nilai riil investasi. Instrumen dengan imbal hasil rendah, seperti tabungan atau deposito, bisa saja kalah cepat dibandingkan laju kenaikan harga.
Karena itu, penting untuk mempertimbangkan instrumen yang mampu memberikan imbal hasil lebih kompetitif, sekaligus tetap menjaga risiko. Salah satu opsi yang banyak dilirik dalam kondisi ini adalah reksa dana pendapatan tetap berbasis obligasi.
Salah satu produk yang bisa dipertimbangkan adalah Trimegah Dana Obligasi Nusantara (TDON), reksa dana pendapatan tetap yang dikelola oleh Trimegah Asset Management.
TDON Fberfokus pada investasi TDON di obligasi korporasi dengan kualitas kredit yang terjaga minimum rating single A. Pendekatan ini penting, terutama di tengah kondisi pasar yang masih dipenuhi ketidakpastian, karena dapat membantu menjaga stabilitas portofolio.
Manajer investasi TDON juga menerapkan strategi selektif dalam memilih instrumen, dengan tujuan mengoptimalkan imbal hasil tanpa mengorbankan kualitas. Dengan kata lain, bukan sekadar mengejar yield tinggi, tetapi juga memastikan risiko tetap terkelola dengan baik.
Dari sisi kinerja, TDON mencatatkan imbal hasil sebesar 8,61% dalam setahun terakhir (per 21 April 2026). Capaian ini menunjukkan bagaimana pengelolaan portofolio yang aktif dapat memanfaatkan peluang di pasar obligasi.
Grafik Kinerja NAB Reksa Dana
Ada beberapa alasan mengapa TDON berada pada posisi yang strategis saat ini.
Pertama, kondisi suku bunga yang cenderung tertahan membuka peluang bagi obligasi untuk mengalami kenaikan harga jika ke depan terjadi pelonggaran kebijakan moneter. Ini berarti potensi tambahan return dari capital gain masih terbuka.
Kedua, fokus pada obligasi berkualitas memberikan lapisan perlindungan tambahan di tengah volatilitas pasar global. Instrumen dengan kualitas kredit baik cenderung lebih tahan terhadap gejolak dibandingkan aset berisiko tinggi.
Portofolio Reksa Dana per Maret 2026
Ketiga, imbal hasil yang relatif kompetitif dengan kupon-kupon obligasi korporasi yang relatif lebih tinggi, membuat TDON dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai investasi dari tekanan inflasi. Dalam konteks ini, investor tidak hanya berusaha “aman”, tetapi juga tetap bertumbuh.
Reksa dana seperti TDON umumnya cocok untuk investor dengan profil risiko moderat. Produk ini bisa menjadi pilihan bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi dari saham, atau mencari alternatif dengan potensi imbal hasil lebih tinggi dibandingkan deposito.
Selain itu, TDON juga relevan bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum siklus suku bunga, dengan horizon investasi jangka menengah, misalnya di atas satu tahun.
Kondisi suku bunga saat ini bukan sekadar fase “menunggu”, melainkan periode penting untuk menyusun strategi investasi ke depan. Ketika banyak investor masih bersikap hati-hati, peluang justru mulai terbentuk di instrumen seperti obligasi.
Dengan kombinasi potensi imbal hasil dari kupon dan peluang kenaikan harga, reksa dana pendapatan tetap seperti TDON bisa menjadi salah satu opsi yang patut dipertimbangkan. Terutama bagi investor yang ingin menjaga keseimbangan antara risiko dan potensi return di tengah tekanan inflasi yang masih membayangi.
Buat Smart Investor Bareksa yang membeli reksa dana Trimegah AM berkesempatan meraih hadiah voucher reksa dana senilai hingga Rp2 juta.
Mau dapat hadiah? Caranya mudah, beli reksa dana Trimegah senilai minimal Rp2 juta dengan gunakan kode promo TRIMAPR26.
Syarat dan Ketentuan Promo Reksa Dana Trimegah April
1. Periode promo tanggal 24 April 2026 pukul 09.00 WIB - 10 Mei 2026 pukul 23.59 WIB
2. Promo berlaku KHUSUS untuk pembelian produk reksa dana dari TRIMEGAH AM dengan memilih kode promo: TRIMAPR26
3. Promo berlaku untuk pembelian produk reksa dana kelolaan TRIMEGAH AM - Minimum Investasi Baru (fresh fund) adalah Rp 2.000.000 / transaksi dan berlaku 1x per nasabah
4. Bonus Investasi yang didapatkan adalah total Rp 10 juta dengan cashback max. Rp 2.000.000 untuk nasabah dengan pembelian TERBESAR
5. Program promo tidak berlaku untuk karyawan Bareksa
6. Reksa Dana yang telah dibeli menggunakan kode promo tidak akan dihitung dalam penilaian program promosi apabila dijual sebelum tanggal 10 Agustus 2026
7. Bareksa akan mengumumkan pemenang pada tanggal 25 Agustus 2026 melalui artikel atau email Bareksa.
8. Kuota total hadiah terbatas, tidak dapat diuangkan dan dipindah tangankan
9. Keputusan Bareksa menentukan pemenang bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
10. Pajak hadiah ditanggung oleh Bareksa dan bersifat tidak final.
11. Bareksa dapat membatalkan pemenang jika nasabah terbukti melakukan kecurangan, atau tidak dapat dihubungi
12. Disclaimer: Investasi Reksa Dana mengandung risiko, calon investor/investor wajib memahami prospektus, memperhatikan profil risiko dan tujuan investasi. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan masa mendatang.
Ayo investasi sesuai tujuan keuangan dan profil risiko kamu dengan reksa dana, dan raih hadiahnya dari Trimegah AM.
(ADV | hm)
Tentang Penulis
* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.