
Bareksa - Dua reksadana saham di Super App Investasi Bareksa mampu mencetak imbal hasil 2,54% dan 1,92% sehari pada Senin (13/04/2026) Reksadana itu ialah Avrist Ada Saham Blue Safir Kelas A dan Henan Ultima Ekuitas Kelas A. Kinerja positif itu ditopang saham-saham dalam portofolionya.
Avrist Ada Saham Blue Safir Kelas A yang dikelola oleh PT Avrist Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 2,54% dalam sehari pada (13/04/2026). Menurut fund fact sheet periode Maret 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adaro Andalan indonesia Tbk (AADI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), Obligasi Berkelanjutan I Pindo Deli Pulp And Paper Mills Tahap III Tahun 2025, Obligasi Berkelanjutan II Oki Pulp & Paper Mills Tahap IV Tahun 2026 Seri A, Obligasi Berkelanjutan III Mayora Indah Tahap III Tahun 2025 Seri A, dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Henan Ultima Ekuitas Kelas A yang dikelola oleh PT Henan Putihrai Asset Management, mencetak imbal hasil 1,92% dalam sehari (13/04/2026). Menurut fund fact sheet periode Maret 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), deposito Bank J-Trust, deposito Bank Nobu, deposito Bank Panin Syariah, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), PT Indah Kiat Pulp And Paper Tbk (INKP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), dan PT Timah Tbk (TINS).
Beberapa saham yang naik pada perdagangan kemarin adalah AADI meningkat 3,21%, ANTM naik 1,62%, serta FORE melesat 14,6%.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (138/04/2026) naik 0,56% ke level 7.500,187. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat tetap di level 6,604% pada Senin (13/04/2026) pukul 17.17 WIB.
Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 13 April 2026) :
IHSG : 5,09%
Indeks Reksadana Saham : 3,22%
Sucorinvest Maxi Fund : 2,32%
Indeks Reksadana Saham Syariah : 3,9%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 3,71%
Indeks Reksadana Campuran : 1,87%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 1,09%
Indeks Reksadana Campuran Syariah : 2,45%
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A : 0,64%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,42%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,77%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,4%
STAR Stable Amanah Sukuk : 0,06%
Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan
Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,34%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,41%
Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,28%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,35%
BNP Paribas IDX Growth30 : 2,22%
BRI Indeks Syariah : 10,26%
Dua reksadana saham di Bareksa, yakni Avrist Ada Saham Blue Safir Kelas A dan Henan Ultima Ekuitas Kelas A, mencatat kinerja positif harian masing-masing 2,54% dan 1,92% pada 13 April 2026. Kenaikan ini ditopang oleh pergerakan saham dalam portofolio, seperti AADI (naik 3,21%), ANTM (naik 1,62%), dan FORE (naik 14,6%). Di saat yang sama, IHSG juga menguat 0,56% ke 7.500, mencerminkan sentimen pasar yang cukup kondusif.
1. Apa faktor utama penggerak return reksadana?
Pergerakan harga saham dalam portofolio dan kondisi pasar secara umum.
2. Apakah return harian tinggi bisa berlanjut?
Belum tentu, karena kinerja reksadana mengikuti fluktuasi pasar.
3. Apa perbedaan kedua reksadana tersebut?
Komposisi portofolio dan strategi investasi dari masing-masing manajer investasi.
4. Apakah cocok untuk semua investor?
Tergantung profil risiko, reksadana saham umumnya cocok untuk investor agresif.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Reynaldi Gumay/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.