
Bareksa – Pasar keuangan global dan domestik masih bergerak dalam fase yang dinamis. Ketidakpastian arah suku bunga global, fluktuasi nilai tukar, hingga penyesuaian arus modal asing membuat investor perlu lebih selektif dalam menentukan strategi investasi. Dalam situasi seperti ini, pendekatan yang fleksibel dan adaptif menjadi semakin relevan—terutama bagi investor yang ingin tetap menjaga keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan stabilitas portofolio.
Salah satu instrumen yang dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah reksa dana campuran. Di kategori ini, Simas Satu hadir sebagai salah satu pilihan yang mencatatkan kinerja impresif. Per 25 Februari 2026, reksa dana campuran ini membukukan imbal hasil 43,72% dalam setahun terakhir.
Dengan karakteristik yang menggabungkan alokasi pada saham, obligasi, dan pasar uang, reksa dana campuran memberikan ruang bagi manajer investasi untuk menyesuaikan komposisi aset sesuai dengan kondisi pasar yang berkembang. Fleksibilitas ini memungkinkan pengelolaan risiko yang lebih terukur dibandingkan investasi pada satu kelas aset saja.
Menurut kebijakan investasinya, reksa dana campuran bisa mengalokasikan hingga maksimal 79% di satu kelas aset. Hal ini bisa menjadi keunggulan untuk mengambil momentum atau menjaga stabilitas di tengah kondisi pasar tertentu.
Dalam kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil, fleksibilitas alokasi menjadi kunci. Manajer investasi dapat meningkatkan porsi pada instrumen yang lebih defensif seperti pasar uang atau deposito ketika volatilitas meningkat, dan secara bertahap mengoptimalkan eksposur ke saham atau obligasi ketika peluang pertumbuhan mulai terbuka.
Dikelola oleh Sinarmas Asset Management, Simas Satu sudah membuktikan kinerja impresif, bahkan setelah lebih dari dua dekade. Per 25 Februari 2026, reksa dana campuran ini membukukan imbal hasil 43,72% dalam setahun terakhir. Sebagai perbandingan, kinerja ini mengalahkan IHSG yang pada periode sama naik sekitar 26%.
Grafik Kinerja NAB Reksa Dana Simas Satu 1 Tahun
Sumber: Bareksa, data per 25 Februari 2026
Capaian tersebut mencerminkan strategi pengelolaan yang adaptif dalam merespons dinamika pasar, sekaligus menunjukkan kemampuan menangkap peluang di tengah volatilitas.
Reksa dana campuran ini mengedepankan pendekatan pengelolaan aktif dengan fokus pada keseimbangan risiko dan imbal hasil. Sebagai contoh, dengan pasar saham yang volatil pada Januari 2026, reksa dana ini menempatkan mayoritas portofolionya di instrumen pasar uang.
Daftar aset terbesar menurut Fund Fact Sheet Januari 2026:
Saham Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Deposito Bank CIMB Niaga Syariah
Deposito Bank KB Bukopin
Deposito Bank KB Bukopin Syariah
Deposito Bank Negara Indonesia
Deposito Bank Syariah Nasional
Saham Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)
Saham Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Saham Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
Obligasi Pemerintah Republik Indonesia
Pendekatan ini memberikan nilai tambah bagi investor yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk melakukan penyesuaian alokasi aset secara mandiri. Dengan satu produk, investor mendapatkan diversifikasi lintas kelas aset sekaligus pengelolaan profesional yang memantau perkembangan pasar secara berkelanjutan.
Reksa dana campuran sering dipandang sebagai jembatan antara strategi agresif dan defensif. Bagi investor yang menginginkan potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap, namun tetap ingin mengendalikan risiko dibandingkan investasi saham murni, produk campuran dapat menjadi opsi yang seimbang. Dalam konteks ini, Simas Satu dapat berperan sebagai bagian inti (core allocation) dalam portofolio investasi jangka menengah hingga panjang.
Selain itu, kondisi pasar yang fluktuatif kerap menciptakan peluang valuasi yang menarik di berbagai sektor. Dengan mandat investasi yang fleksibel, manajer investasi memiliki ruang untuk memanfaatkan momentum tersebut secara selektif. Di sisi lain, pengelolaan risiko tetap menjadi prioritas, termasuk melalui pengaturan porsi kas untuk menjaga likuiditas dan stabilitas portofolio.
Bagi investor ritel yang sudah mapan, menjaga stabilitas portofolio tidak berarti menghindari risiko sepenuhnya, melainkan mengelolanya secara proporsional. Strategi diversifikasi dan alokasi dinamis menjadi fondasi penting dalam menghadapi fase pasar yang berubah-ubah. Simas Satu dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui kombinasi aset yang dikelola secara aktif sesuai dengan perkembangan ekonomi dan pasar modal.
Meski demikian, penting untuk diingat bahwa investasi tetap memiliki risiko, dan kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan. Investor disarankan untuk memahami profil risiko, tujuan keuangan, serta horizon investasi sebelum mengambil keputusan.
Dalam fase pasar yang masih berada dalam periode penyesuaian, memiliki instrumen dengan fleksibilitas tinggi dapat menjadi strategi yang rasional. Dengan kinerja yang solid dalam setahun terakhir dan pendekatan pengelolaan yang adaptif, Simas Satu menawarkan alternatif bagi investor yang ingin menjaga keseimbangan antara peluang pertumbuhan dan stabilitas portofolio.
Sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang matang, memilih produk yang sesuai dengan strategi jangka panjang menjadi langkah penting dalam membangun portofolio yang tangguh menghadapi dinamika pasar. Reksa dana campuran ini tersedia di Aplikasi Investasi Bareksa dan bisa dibeli dengan modal mulai Rp100.000 saja.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(ADV | hm)
Tentang Penulis
* Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.
* * *
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.