Saham Energi MEDC, INDY, ELSA Meroket, Dorong Dua Reksadana Campuran Naik hingga 2,8% Sehari

Hanum Kusuma Dewi • 03 Mar 2026

an image
Ilustrasi konflik yang mendorong harga komoditas dan energi terbang dan menjadi penggerak saham-saham energi. (Shutterstock)

Simas Satu dan Jarvis Balanced Fund mencetak return harian hingga 2,8% dan 2,15% pada 2 Maret 2026

Bareksa – Dua reksadana campuran unggulan di Super App Investasi Bareksa mencatatkan kinerja harian positif pada Senin, 02 Maret 2026. Simas Satu dan Jarvis Balanced Fund mampu membukukan imbal hasil masing-masing 2,8% dan 2,15% dalam sehari. Hal ini seiring dengan pergerakan sejumlah saham energi dalam portofolionya yang melesat di tengah ketegangan geopolitik antara AS-Israel vs Iran. 

Simas Satu yang dikelola oleh PT Sinarmas Asset Management mencatatkan return 2,8% pada 02 Maret 2026. Mengacu fund fact sheet periode Januari 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), deposito Bank Cimb Niaga Syariah, Bank Kb Bukopin, Bank Kb Bukopin Syariah, Bank Negara Indonesia, Bank Syariah Nasional, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan obligasi Republik Indonesia

Sementara itu, Jarvis Balanced Fund yang dikelola PT Jarvis Aset Manajemen. mencatatkan return harian 2,15% pada tanggal yang sama. Berdasarkan fund fact sheet Januari 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), TD - PT Allo Bank Indonesia, Tbk, TD - PT Bank Hibank Indonesia, TD - Deutsche Bank, AG, saham PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)

Sejumlah saham energi dalam portofolio reksadana yang melesat termasuk MEDC (+15,65%), ELSA (+17,65%), dan INDY (+15,53%) pada perdagangan kemarin (2/3/2026). Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (2/3/2026) ditutup melemah 2,65% ke level 8.016,833. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat naik ke level 6,478% pada Senin pukul 16.47 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 02 Maret 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : 1,19%

Indeks Reksadana Saham : 4,73%
Sucorinvest Maxi Fund : 5,03%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 4,9%
TRIM Syariah Saham : 14,11%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 2,85%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 6,02%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 3,53%
TRIM Syariah Berimbang : 14,64%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,04%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,43%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,16%
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A : 0,55%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,27%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,4%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,27%
Insight Money Syariah : 0,41%

Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -0,71%
BRI Indeks Syariah : 4,04%

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

* * * 

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.