Investasi Syariah Juga Bisa Cuan, Reksa Dana Ini Naik 8,76% Setahun

Hanum Kusuma Dewi • 02 Mar 2026

an image
Ilustrasi investasi syariah dengan reksa dana Syailendra Sharia Fixed Income Fund. (Pexels)

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A mengalokasikan dana ke sukuk korporasi dan sukuk negara yang fluktuasinya rendah untuk menjaga nilai portofolio.

Bareksa - Ramadan sering menjadi momen refleksi, bukan hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam mengelola keuangan agar lebih tertata dan penuh keberkahan. Di bulan penuh berkah ini, banyak orang mulai lebih selektif dalam memilih instrumen keuangan yang selaras dengan prinsip syariah—bukan sekadar mengejar imbal hasil, tetapi juga ketenangan dalam berinvestasi.

Salah satu pilihan yang menarik adalah Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A (SSFIF). Reksa dana pendapatan tetap syariah ini berhasil mencatatkan imbal hasil 8,76% setahun per 27 Februari 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa investasi berbasis prinsip syariah tetap mampu memberikan hasil kompetitif, sekaligus menjaga stabilitas portofolio.

Grafik Kinerja Reksa Dana 1 Tahun, data per 27 Februari 2026, Sumber: Bareksa

Strategi Investasi Berbasis Prinsip Syariah

SSFIF dirancang sebagai reksa dana pendapatan tetap syariah yang mengutamakan kualitas aset dan manajemen risiko. Portofolionya didominasi oleh Sukuk Korporasi yang telah diseleksi dengan minimal rating single A (investment grade). Selain itu, SSFIF juga mengalokasikan investasi ke sukuk negara (SBSN), yang memiliki risiko relatif sangat rendah karena diterbitkan oleh Pemerintah.

Kombinasi ini membantu mencapai keseimbangan antara stabilitas dan potensi pertumbuhan, sehingga cocok dijadikan sebagai core investment maupun pilihan diversifikasi oleh investor.

Tak hanya itu, instrumen pasar uang syariah dalam portofolio turut menjaga likuiditas dan fleksibilitas pengelolaan dana. Strategi diversifikasi ini memungkinkan manajer investasi untuk tetap adaptif terhadap dinamika pasar, tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

Berikut daftar aset terbesar dalam portofolio, berdasarkan Fund Fact Sheet Januari 2026: 

  • PBS003

  • PBS030

  • PBS032

  • PBS040

  • SMINKP04CN5

  • SMMBMA01CCN2

  • SMOPPM02ACN2

  • SMPIDL01CN3

  • TD ALADIN SYH

  • TD CIMB SYH

Selain itu, SSFIF juga memiliki keleluasaan untuk bisa memiliki bobot tiap holdings hingga mencapai maksimal 20% (berbeda dengan produk RD Konvensional maksimal 10%). Hal ini yang membuat potensi imbal hasil SSFIF menjadi lebih atraktif. 

Investasi Syariah: Tumbuh Tanpa Mengabaikan Nilai

Berinvestasi di reksa dana syariah berarti dana dikelola sesuai prinsip Islam, seperti menghindari riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi berlebihan). Pengelolaannya juga diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, sehingga investor dapat merasa lebih tenang karena prosesnya selaras dengan ketentuan syariah.

Sebagai catatan, reksa dana syariah juga memiliki mekanisme cleansing, yaitu pembersihan harta dari hal yang mungkin tidak sesuai dengan prinsip syariah. Proses ini membersihkan keuntungan non-syariah untuk disumbangkan ke sektor yang mendukung kemaslahatan umat. 

Bagi sebagian investor, aspek ini menjadi pertimbangan penting. Investasi tidak hanya dipandang sebagai sarana mengembangkan aset, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjaga keberkahan harta.

Relevan untuk Berbagai Profil Investor

Karakter SSFIF yang stabil membuatnya relevan bagi berbagai tipe investor.

  • Investor konservatif dapat memanfaatkannya sebagai alternatif investasi syariah yang lebih produktif dibandingkan sekadar menyimpan dana di tabungan.

  • Investor moderat dapat menjadikannya sebagai pilihan investasi untuk jangka menengah - panjang.

  • Investor agresif pun dapat memanfaatkannya sebagai penyeimbang portofolio saham agar volatilitas lebih terkendali.

Dengan pendekatan ini, SSFIF dapat berfungsi sebagai alat yang membantu investor untuk tetap disiplin terhadap rencana keuangan jangka pendek hingga menengah.

Momentum Ramadan untuk Memulai

Ramadan juga menjadi momen tepat bagi investor untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan, khususnya pasca pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Alih-alih seluruhnya dialokasikan untuk konsumsi, sebagian dana tersebut dapat mulai diinvestasikan agar tetap produktif.

Memulai investasi syariah di bulan Ramadan dapat menjadi langkah kecil namun bermakna besar dalam membangun perencanaan keuangan yang lebih baik. Tidak harus dalam jumlah besar—yang terpenting adalah konsistensi dan niat untuk mengelola dana secara lebih bijak.

Penutup

Di tengah kebutuhan akan stabilitas dan keberkahan, Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A (SSFIF) menawarkan kombinasi antara pengelolaan sesuai prinsip syariah dan kinerja yang kompetitif. Dengan imbal hasil 8,76% setahun per 27 Februari 2026, reksa dana ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dana dan ketenangan hati.

Ramadan bisa menjadi titik awal untuk tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperbaiki cara kita mengelola harta—agar tumbuh dengan cara yang lebih tenang dan penuh nilai.

Beli Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

(ADV | hm)

* * *

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana.