Pegang EMAS, ANTM, BRMS & MDKA, Reksadana Saham BNP dan Avrist Melesat hingga 3% Sehari

Hanum Kusuma Dewi • 10 Feb 2026

an image
Ilustrasi kinerja reksadana yang ditampilkan dengan pohon tumbuh dari tumpukan uang koin. (shutterstock)

BNP Paribas Solaris dan Avrist Ada Saham Blue Safir Kelas A mencetak imbal hasil 3,19% dan 2,49% dalam sehari

Bareksa - Dua reksadana saham di Super App Investasi Bareksa mampu mencetak imbal hasil 3,19% dan 2,49% sehari pada Senin (09/02/2026). Reksadana itu ialah BNP Paribas Solaris dan Avrist Ada Saham Blue Safir Kelas A. Hal ini seiring dengan sejumlah saham dalam portofolio reksadana yang melesat, termasuk ANTM (+4,85%), MDKA (+6,67%),  BRMS (+6,88%) dan EMAS (+15,38%) pada perdagangan Senin (9/2). 

BNP Paribas Solaris yang dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 3,19% dalam sehari pada (09/02/2026). Menurut fund fact sheet periode Januari 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), TD Bank Maybank Indonesia Tbk PT, PT Timah Tbk (TINS), dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Sedangkan Avrist Ada Saham Blue Safir Kelas A yang dikelola oleh PT Avrist Asset Management, mencetak imbal hasil 2,49% dalam sehari (09/02/2026). Menurut fund fact sheet periode Januari 2026, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (09/02/2026) naik 1,22% ke level 8.031,874. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat naik ke level 6,464% pada Senin (09/02/2026) pukul 17.01 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 09 Februari 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : -10,13%

Indeks Reksadana Saham : -7,74%
Sucorinvest Maxi Fund : -5%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -8,73%
TRIM Syariah Saham : -12,27%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -3,84%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 1,91%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -5,13%
TRIM Syariah Berimbang : -9,35%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,47%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,06%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,1%
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A : 0,53%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,31%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,43%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,35%
Insight Money Syariah : 0,45%

Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -0,79%
BRI Indeks Syariah : -8,82%

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.