Imbal Hasil Reksadana Indeks Eastspring & BNP Melesat 3% Sehari, IHSG Menguat

Abdul Malik • 02 Feb 2026

an image
Ilustrasi investasi di reksadana indeks. (Shutterstock)

Dua reksadana indeks di Super App Bareksa, Eastspring IDX ESG Leaders Plus dan BNP Paribas IDX Growth30, mencatat return harian hingga 2,97% seiring penguatan IHSG dan turunnya yield obligasi.

Bareksa – Dua reksadana indeks yang tersedia di Super App Investasi Bareksa mencatatkan kenaikan imbal hasil signifikan dalam satu hari perdagangan. Pada Jum’at (30/1/2026), Eastspring IDX ESG Leaders Plus Kelas A dan BNP Paribas IDX Growth30 masing-masing membukukan return 2,97% dan 2,69%.

Eastspring IDX ESG Leaders Plus Kelas A yang dikelola oleh PT Eastspring Investments Indonesia, mencetak imbal hasil (return) 2,97% dalam sehari pada (30/01/2026). Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Sedangkan BNP Paribas IDX Growth30 yang dikelola oleh PT BNP Paribas Asset Management, mencetak imbal hasil 2,69% dalam sehari (30/01/2026). Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Kinerja positif reksadana indeks ini sejalan dengan penguatan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jum’at (30/1/2026) naik 1,18% ke level 8.329,606. Di sisi lain, yield obligasi negara Indonesia tenor 10 tahun tercatat turun ke level 6,346% pada pukul 17.08 WIB, yang turut mendukung minat investor ke aset berisiko seperti saham dan reksadana.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 30 Januari 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : -3,67%

Indeks Reksadana Saham : -1,11%
Sucorinvest Maxi Fund : 3,27%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -0,85%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : -3,45%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -0,18%
Sucorinvest Anak Pintar : -1,32%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -0,7%
Schroder Syariah Balanced Fund : -1,03%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,26%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,28%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,02%
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : -0,17%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,32%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,42%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,34%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,36%

Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -1,69%
BRI Indeks Syariah : -3,28%

Kesimpulan

Kenaikan return harian dua reksadana indeks menunjukkan bahwa instrumen berbasis indeks masih menarik di tengah pergerakan pasar yang volatil. Penguatan IHSG dan penurunan yield obligasi menjadi faktor pendukung minat investor pada reksadana saham dan indeks, khususnya bagi investor yang mengincar pertumbuhan jangka menengah hingga panjang dengan risiko terukur.

FAQ

1. Apakah reksadana indeks cocok untuk investor pemula?
Cocok bagi pemula yang ingin berinvestasi di pasar saham dengan biaya rendah dan diversifikasi otomatis, tanpa harus memilih saham satu per satu.

2. Apa risiko utama reksadana indeks?
Nilai investasi akan mengikuti pergerakan indeks acuan, sehingga saat pasar turun, nilai reksadana indeks juga berpotensi ikut melemah.

3. Berapa minimal investasi reksadana indeks di Bareksa?
Di Bareksa, sebagian besar reksadana indeks dapat dibeli dengan modal awal mulai dari Rp100 ribu.

4. Apakah reksadana indeks cocok untuk jangka pendek?
Reksadana indeks lebih optimal untuk jangka menengah hingga panjang, bukan untuk tujuan spekulasi jangka sangat pendek.

5. Apa perbedaan reksadana indeks dan reksadana saham aktif?
Reksadana indeks mengikuti indeks acuan secara pasif, sementara reksadana saham aktif dikelola manajer investasi untuk mengungguli pasar.

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.

Beli Reksadana di Sini

(Reynaldi Gumay/AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.