
Bareksa – Memasuki Januari 2026, tensi geopolitik global meningkat, mulai dari langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela, isu politik Greenland, hingga demonstrasi di Iran. Perkembangan ini menambah ketidakpastian global setelah perang dagang dan konflik regional dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Laras Febriany, Portfolio Manager Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), risiko geopolitik kini semakin dipandang sebagai new normal yang perlu diperhitungkan investor dalam mengambil keputusan investasi.
“Kami melihat tendensi investor global untuk memperkuat diversifikasi sebagai langkah manajemen risiko di tengah meningkatnya konflik geopolitik,” ujar Laras dalam laporan Seeking Alpha – Januari 2026: Diversifikasi dan Income Asset di Tengah Gejolak Geopolitik (29/1).
Ia menjelaskan, diversifikasi dilakukan dari sisi mata uang, kelas aset, kawasan, hingga aset non-finansial seperti emas.
Menurut Laras, arah kebijakan global kini cenderung lebih proteksionis, terutama dari Amerika Serikat dengan pendekatan America First. Di sisi lain, peran China dan Rusia yang semakin besar meningkatkan potensi friksi antarnegara.
Dampaknya antara lain:
Meski demikian, banyak negara justru melonggarkan kebijakan moneter dan fiskal melalui penurunan suku bunga dan peningkatan belanja negara untuk menopang pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026.
Dalam kondisi global yang sulit diprediksi, investor mulai mengurangi strategi agresif dan memperkuat diversifikasi portofolio lintas aset dan kawasan. Situasi ini membuka peluang bagi negara berkembang dengan ekonomi domestik yang kuat dan risiko geopolitik relatif rendah, termasuk Indonesia.
Di saat yang sama, investor juga mulai mencari instrumen yang mampu memberikan pendapatan rutin (income).
Di awal 2026, contoh dua instrumen yang dinilai relevan adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) ORI029 dan reksadana pendapatan tetap.
Reksadana pendapatan tetap menawarkan:
Daftar Reksadana Pendapatan Tetap MAMI
Sumber: Bareksa, kinera per 28/1/2026
ORI029 menarik karena:
Gejolak geopolitik di awal 2026 membuat volatilitas pasar menjadi keniscayaan. Dalam kondisi ini, strategi diversifikasi dan fokus pada aset berpendapatan rutin dinilai lebih relevan dibanding sekadar mengejar imbal hasil agresif. Bagi investor Indonesia, ORI029 dan reksa dana pendapatan tetap dapat menjadi jangkar portofolio untuk menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.
Apakah geopolitik selalu berdampak negatif bagi investor?
Tidak selalu. Meski memicu volatilitas, kondisi ini sering meningkatkan minat ke aset defensif.
Kenapa obligasi menarik saat suku bunga turun?
Karena harga obligasi cenderung naik ketika suku bunga menurun.
Apakah reksadana pendapatan tetap cocok untuk pemula?
Relatif cocok karena risikonya lebih moderat dan dikelola profesional.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
Tentang Penulis:
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer:
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.