Berita / / Artikel

ASGR, INKP & TOWR Melesat, Reksadana Saham Ciptadana & Manulife Naik 2% Saat IHSG Turun

• 23 Jan 2026

an image
Ilustrasi investasi di pasar saham dan reksadana saham yang digambarkan dengan analis melihat grafik saham di layar monitor komputer. (shutterstock)

Rencana Cerdas dan Manulife Saham SMC Plus mencetak imbal hasil 2,42% dan 1,94% dalam sehari

Bareksa - Di Super App Investasi Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil 2,42% dan 1,94% dalam sehari pada Kamis, 22 Januari 2026, yaitu Rencana Cerdas dan Manulife Saham SMC Plus. Hal ini seiring dengan penguatan sejumlah saham yang ada di dalam portofolio reksadana. 

Rencana Cerdas yang dikelola oleh PT Ciptadana Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 2,42% dalam sehari pada perdagangan 22 Januari 2026. Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Astra Graphia Tbk (ASGR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI).

Sedangkan Manulife Saham SMC Plus yang dikelola oleh PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, mencetak imbal hasil (return) 1,94% dalam sehari pada perdagangan 22 Januari 2026. Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah TD PT Bank Mega Tbk, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Sejumlah saham dalam portofolio reksadana yang mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (22/1) termasuk ASGR (+24,71%), INKP (+5,21%), dan TOWR (+7,83%). Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (22/01/2026) turun 0,2% ke level 8.992,183. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat naik ke level 6,364% pada Kamis (22/01/2026) pukul 16.49 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 22 Januari 2026) :

Reksadana Saham

IHSG : 4,01%

Indeks Reksadana Saham : 4,94%
Sucorinvest Maxi Fund : 8,82%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 5,18%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 5,94%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 2,69%
Sucorinvest Anak Pintar : 7,31%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 2,78%
Schroder Syariah Balanced Fund : 3,5%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,62%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,19%
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 0,23%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,34%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,42%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,34%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,38%

​Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 1,42%
BRI Indeks Syariah : 2,53%

Bareksa adalah salah satu aplikasi investasi reksa dana terbaik yang telah berizin OJK dan menyediakan ratusan pilihan produk dari beragam manajer investasi tepercaya. Melalui aplikasi Bareksa, kamu bisa membandingkan performa, membaca riset pasar, hingga mendapatkan rekomendasi produk sesuai profil risiko. Praktis untuk mulai investasi secara aman dan terarah.

Beli Reksadana, Klik di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

***

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.

Tags: