
Bareksa - Di saat kondisi suku bunga rendah, menyimpan uang di deposito menjadi kurang menarik. Karena itu, investor yang ingin asetnya berkembang tanpa harus mengambil risiko tinggi bisa melirik alternatif investasi seperti reksa dana pendapatan tetap, seperti Avrist Emerald Stable Fund.
Bank Indonesia saat ini menetapkan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%, yang merupakan level terendah dalam tiga tahun terakhir. Dampaknya, bunga deposito perbankan pun masih berada di level yang relatif rendah, sehingga potensi imbal hasil bagi investor menjadi semakin terbatas.
Penurunan suku bunga acuan memang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas kredit. Namun, di sisi lain, kondisi ini membuat imbal hasil deposito sulit berkembang. Ketika bunga deposito berada di kisaran rendah, sementara inflasi tetap berjalan, investor berisiko memperoleh real return yang semakin tipis.
Grafik Suku Bunga Acuan BI
Bagi investor konservatif yang mengutamakan keamanan, deposito selama ini menjadi pilihan utama. Namun, dalam kondisi seperti sekarang, dibutuhkan strategi baru agar dana tetap dapat tumbuh optimal tanpa harus berpindah ke instrumen berisiko tinggi.
Salah satu instrumen yang cocok untuk kondisi saat ini adalah reksa dana pendapatan tetap, yang mayoritas portofolionya ditempatkan pada instrumen obligasi, baik obligasi pemerintah maupun korporasi. Karakteristiknya berada di antara deposito dan saham: risikonya relatif terukur, namun potensi imbal hasilnya lebih tinggi dibanding deposito.
Salah satu produk reksa dana pendapatan tetap yang mencuri perhatian adalah Avrist Emerald Stable Fund. Reksa dana yang dikelola oleh Avrist Asset Management ini dirancang untuk memberikan stabilitas portofolio sekaligus mengoptimalkan peluang imbal hasil dari pasar obligasi. Dalam setahun terakhir, Avrist Emerald Stable Fund mencatatkan return sebesar 10,29% (per 12 Januari 2026).
Grafik Kinerja Reksadana Setahun
Reksa dana ini diuntungkan kondisi suku bunga rendah, karena harga obligasi cenderung menguat. Hal ini terjadi karena obligasi dengan kupon yang lebih tinggi menjadi lebih menarik dibandingkan instrumen baru yang menawarkan imbal hasil lebih rendah.
Kondisi inilah yang menjadi salah satu pendorong kinerja reksa dana pendapatan tetap. Dengan pengelolaan portofolio yang tepat, manajer investasi dapat memanfaatkan momentum penguatan harga obligasi untuk meningkatkan nilai investasi investor.
Berikut 10 aset terbesar (top holdings) reksa dana, menurut Fund Fact Sheet Desember 2025:
Bank Deposito Bank Aladin Syariah
Bank Deposito Bank MNC
Bank Deposito Bank Victoria
Obligasi Berkelanjutan I Bank SulutGo Tahap I Tahun 2021
Obligasi Berkelanjutan III Mayora Indah Tahap III Tahun 2025 Seri A
Obligasi Berkelanjutan IV Maybank Finance Tahap II Tahun 2025 Seri B
Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap IV Tahun 2024 Seri B
Obligasi II BUMA Tahun 2024 Seri B
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap I Tahun 2024
Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2025 Seri B
Investor pada umumnya hanya mempertimbangkan kinerja imbal hasil (return) reksa dana sebelum mengambil keputusan investasi. Padahal, investor seharusnya mengenali profil risiko dan tujuan keuangannya ketika mau berinvestasi.
Avrist Emerald Stable Fund yang mayoritas portofolionya adalah obligasi, cocok bagi:
Investor yang sebelumnya mengandalkan deposito
Investor pemula yang ingin mulai berinvestasi dengan risiko terkontrol
Investor yang ingin mendiversifikasi portofolio dari saham
Investor dengan tujuan keuangan jangka menengah sekitar 1-3 tahun.
Karena itu, produk ini juga relevan untuk tujuan keuangan jangka menengah seperti dana pendidikan, dana cadangan, atau perencanaan kebutuhan dalam 1–3 tahun ke depan.
Ketika BI Rate berada di level 4,75% dan bunga deposito masih rendah, investor perlu lebih adaptif dalam mengelola dana. Mengandalkan satu instrumen saja berisiko membuat potensi pertumbuhan aset tertinggal.
Avrist Emerald Stable Fund hadir sebagai alternatif deposito yang menawarkan kombinasi stabilitas dan kinerja kompetitif. Produk ini dapat dibeli dengan mudah melalui Super App Bareksa, dengan modal terjangkau mulai dari Rp100.000.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
Beli Avrist Emerald Stable Fund
(ADV | hm)
* * *
DISCLAIMER
Konten bersponsor. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.