
Bareksa - Dua reksadana campuran di Super App Investasi Bareksa mencetak imbal hasil 3,08% dan 2,56% sehari pada Jum'at (09/01/2026). Reksadana itu ialah Jarvis Balanced Fund dan TRIM Syariah Berimbang. Lonjakan imbal hasil ditopang kenaikan harga beberapa saham dalam portofolionya.
Jarvis Balanced Fund yang dikelola oleh PT Jarvis Aset Manajemen, mencetak imbal hasil (return) 3,08% dalam sehari pada (09/01/2026). Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), deposito PT Allo Bank Indonesia, Tbk, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Indika Energy Tbk (INDY), Obligasi Negara - FR0086, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Sedangkan TRIM Syariah Berimbang yang dikelola oleh PT Trimegah Asset Management, mencetak imbal hasil 2,56% dalam sehari (09/01/2026). Menurut fund fact sheet periode Desember 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indosat Tbk (ISAT), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Alamatri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Beberapa saham yang harganya melesat dalam perdagangan kemarin ialah INDY, INCO, BRMS dan ANTM yang masing-masing melesat 15,2%, 5%, 2,07% dan 4,01%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jum'at (09/01/2026) naik 0,13% ke level 8.936,754. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat tetap di level 6,147% pada Jum'at (09/01/2026) pukul 09.47 WIB.
Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 09 Januari 2026) :
IHSG : 3,23%
Indeks Reksadana Saham : 6,33%
Sucorinvest Maxi Fund : 15,31%
Indeks Reksadana Saham Syariah : 6,33%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 14,81%
Indeks Reksadana Campuran : 3,46%
Sucorinvest Anak Pintar : 13,34%
Indeks Reksadana Campuran Syariah : 3,13%
Schroder Syariah Balanced Fund : 4,36%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,33%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,77%
Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,31%
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 0,72%
Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan
Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,33%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,42%
Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,28%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,39%
Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 0,33%
BRI Indeks Syariah : 3,49%
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksa dana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksa dana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Reynaldi Gumay/AM)
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
Disclaimer:
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.