Return Reksadana Pendapatan Tetap Sucor AM dan Avrist Capai 11% Sepanjang 2025, Apa Rahasianya?

Hanum Kusuma Dewi • 29 Dec 2025

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap yang masih mendulang cuan di tengah gejolak pasar. (Shutterstock)

Sucorinvest Bond Fund dan Avrist Emerald Stable Fund mencetak imbal hasil 11,46% dan 10,91% sejak awal 2025

Bareksa - Dua reksadana pendapatan tetap di Super App Investasi Bareksa berhasil mencetak imbal hasil 11,46% dan 10,91% sejak awal tahun hingga 24 Desember 2025 (year to date). Dua reksadana itu ialah Sucorinvest Bond Fund dan Avrist Emerald Stable Fund. 

Sucorinvest Bond Fund yang dikelola oleh PT Sucor Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 11,46% secara year to date. Menurut fund fact sheet periode November 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Berkelanjutan I Angkasa Pura II Tahap II Tahun 2020 Seri C, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0083, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0092, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0097, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0098, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0102, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0103, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0106, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0107, dan Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0109.

Sedangkan Avrist Emerald Stable Fund yang dikelola oleh PT Avrist Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 10,91% secara year to date. Menurut fund fact sheet periode November 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah Bank Deposito Bank Aladin Syariah, Bank Deposito Bank BJB Syariah, Bank Deposito Bank MNC, Obligasi I Bank SulutGo Thp I / 2021, Obligasi I BRI Finance Thp I / 2025 Seri A, Obligasi IV Maybank Finance Thp II/2025 Seri B, Obligasi VI Adira Finance Thp V/2025 Seri B, Obligasi VI Federal Int. Finance Thp IV/2024 Seri B, Sukuk Mudharabah II Oki Pulp & Paper Mills Thp II / 2025 Seri A, dan Sukuk Mudharabah III Sarana Multi Infras. Thp II/2025 Seri B.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (24/11/2025) turun 0,55% ke level 8.537,911. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat turun ke level 6,12% pada Rabu (24/11/2025) pukul 16.50 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 24 Desember 2025) :

Reksadana Saham

IHSG : -0,38%

Indeks Reksadana Saham : 4,01%
Sucorinvest Maxi Fund : 10,67%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 4,59%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 10,90%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,88%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 2,31%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,41%
Schroder Syariah Balanced Fund : 3,61%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : 0,02%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,45%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,04%
Capital Sharia Fixed Income : 0,48%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,31%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,42%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,31%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,38%

​Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -3,26%
BRI Indeks Syariah : -1,77%

Beli Reksadana, Klik di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

***

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.