Punya BUMI, ARCI dan INCO, Imbal Hasil Reksadana Campuran Sinarmas & Jarvis Melesat 3% Sehari

Hanum Kusuma Dewi • 23 Dec 2025

an image
Ilustrasi reksa dana campuran yang memiliki fleksibilitas mengatur alokasi portofolio sesuai dengan kondisi pasar. (Shutterstock)

Simas Satu dan Jarvis Balanced Fund mencetak imbal hasil 3,1% dalam sehari

Bareksa - Dua Reksadana campuran di Super Investasi App Bareksa mampu mencetak imbal hasil 3,1% dalam sehari pada Senin, 22 Desember 2025, yaitu Simas Satu dan Jarvis Balanced Fund. Hal ini seiring dengan pergerakan saham dalam portofolio reksadana, termasuk BUMI (+14,53%),  ARCI (+5,99%) dan INCO (+8,03%) pada perdagangan Senin (22/12).

Reksadana Simas Satu yang dikelola oleh PT Sinarmas Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 3,1% dalam sehari pada perdagangan 22 Desember 2025. Menurut fund fact sheet periode November 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), deposito Bank Kb Bukopin Syariah, deposito Bank Panin Dubai Syariah, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), obligasi Perusahaan Listrik Negara (Persero), saham PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan obligasi Republik Indonesia.

Sedangkan Reksadana Jarvis Balanced Fund yang dikelola oleh PT Jarvis Aset Manajemen, mencetak imbal hasil (return) 3,1% dalam sehari pada perdagangan 22 Desember 2025. Menurut fund fact sheet periode November 2025, portofolio investasi reksadana ini adalah saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), TD - PT Allo Bank Indonesia, Tbk, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), Obligasi Negara - FR0086, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (22/12/2025) naik 0,42% ke level 8.645,844. Berdasarkan data CNBC Indonesia, ekspektasi imbal hasil (yield) acuan Obligasi Negara Indonesia 10 tahun tercatat naik ke level 6,141% pada Senin (22/12/2025) pukul 16.48 WIB.

Kinerja Reksadana Unggulan di Super App Investasi Bareksa

Berikut kinerja reksadana yang tersedia di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan nilai Barometer tertinggi, beserta kinerja imbal hasilnya sebulan terakhir (per 22 Desember 2025) :

Reksadana Saham

IHSG : 2,75%

Indeks Reksadana Saham : 6,91%
Sucorinvest Maxi Fund : 13,33%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 7,93%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 14,05%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 3,07%
Reksa Dana Syailendra Balanced Opportunity Fund Kelas A : 3,18%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 1,77%
Schroder Syariah Balanced Fund : 4,46%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,10%
Trimegah Dana Obligasi Nusantara : 0,34%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,13%
Capital Sharia Fixed Income : 0,5%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,31%
Setiabudi Dana Pasar Uang : 0,43%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,31%
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,4%

​Reksadana Ind​eks​

Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : -0,95%
BRI Indeks Syariah : 3,29%

Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah salah satu aplikasi investasi reksadana terbaik yang telah berizin OJK dan menyediakan ratusan pilihan produk dari beragam manajer investasi tepercaya. Melalui aplikasi Bareksa, kamu bisa membandingkan performa, membaca riset pasar, hingga mendapatkan rekomendasi produk sesuai profil risiko. Praktis untuk mulai investasi secara aman dan terarah.

Beli Reksadana, Klik di Sini

(Reynaldi Gumay/hm)

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang menarik dan informatif di berbagai topik.

***

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.