
Bareksa – Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market October 2025 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyebutkan dana kelolaan (asset under management/AUM) reksadana indeks per akhir bulan lalu, sebesar Rp11,21 triliun. Kelolaan reksadana indeks pada bulan lalu masih turun sepanjang tahun berjalan/YTD (-5,58%) dan juga secara tahunan/YoY (-7,24%) tapi secara bulanan/MoM naik 0,11%.
Dari sisi unit penyertaan per Oktober 2025, reksadana indeks bulan lalu menjadi 11,25 miliar unit, terkoreksi baik secara bulanan/MoM, sepanjang tahun berjalan/YTD, dan tahunan/YoY masing-masing -4,91%, -10,63%, dan -4,07%.
BNP Paribas Asset Management kembali menjadi manajer investasi dengan kelolaan reksadana indeks terbesar secara nasional, mencapai 36%. Kelolaan reksadana indeks BNP Paribas pada bulan lalu Rp4,04 triliun. Berikut ulasan manajer investasi pengelola reksa dana indeks terbesar.
Top 5 Manajer Investasi Dana Kelolaan Reksadana Indeks Terbesar Oktober 2025
No | Manajer Investasi | Dana Kelolaan | Market Share |
|---|---|---|---|
1 | BNP Paribas AM | Rp4,04 triliun | 36% |
2 | Panin AM | Rp1,67 triliun | 15% |
3 | BNI AM | Rp1,61 triliun | 14% |
4 | Syailendra | Rp1,26 triliun | 11% |
5 | Batavia PAM | Rp7,92 miliar | 7% |
Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market October 2025
Lebih lanjut, ada beberapa manajer investasi mencatatkan pertumbuhan kinerja reksadana indeksnya secara signifikan, baik dalam jangka bulanan, tahunan, maupun sepanjang tahun berjalan.
Top 3 Manajer Investasi Pertumbuhan Tertinggi Oktober 2025
Periode | Manajer Investasi |
|---|---|
Bulanan (MoM) | Bahana TCW (+28%) BRI MI (+15%) Sucor AM (+7%) |
Sepanjang Tahun Berjalan (YTD) | Batavia PAM (+225%) Bahana TCW (+134%) Sucor AM (+68%) |
Tahunan (YoY) | Batavia PAM (+270%) Bahana TCW (+136%) UOB AM (+111%) |
Sumber : Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report Oktober 2025
Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report October 2025. Untuk akses laporan penuh dan informasi lebih lanjut, hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).
(Reynaldi Gumay/MP/hm)
***
DISCLAIMER
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan dalam berinvestasi reksadana.