Cuan Reksadana Saham Sucor dan Schroder Melesat, Ini Portofolionya

Hanum Kusuma Dewi • 21 Oct 2022

an image
Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Sucorinvest Maxi Fund dan Schroder 90 Plus Equity Fund mencetak return 2,75% dan 2,68% sehari

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 20 Oktober 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : -3,01%
Indeks Reksadana Saham : -1,78%
Schroder 90 Plus Equity Fund : 0,92%

Indeks Reksadana Saham Syariah : -2,15%
Simas Syariah Unggulan : 0,23%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -1,04%
Schroder Dynamic Balanced Fund : 1,37%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -1,17%
Schroder Syariah Balanced Fund : 1,32%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap : -0,92%
Sucorinvest Stable Fund : 0,38%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,55%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,42%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,19%
Capital Money Market Fund : 0,38%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,01%
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,35%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 20 Oktober 2022 naik 1,75% ke level 6.980,65. Berdasarkan data  id.investing.com (diakses 20/10/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,5% pada 20 Oktober 2022. 

Di tengah kenaikan IHSG, di super app  investasi Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,75% dan 2,68% sehari pada perdagangan 20 Oktober 2022. Reksadana itu ialah Sucorinvest Maxi Fund dan Schroder 90 Plus Equity Fund.

Reksadana Sucorinvest Maxi Fund yang dikelola oleh PT Sucor Asset Management, mencetak imbal hasil (return) 2,75% dalam sehari pada 20 Oktober 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI), PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Samindo Resources Tbk (MYOH), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN).

Sedangkan reksadana Schroder 90 Plus Equity Fundyang dikelola oleh PT Schroder Investment Management Indonesia, mencetak imbal hasil (return) 2,68% dalam sehari pada 20 Oktober 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode September 2022, portofolio investasi reksadana ini ialah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.