2022, Dana Kelolaan Reksadana Diprediksi Tembus Rp620 Triliun

Abdul Malik • 10 Jan 2022

an image
Ilustrasi investasi di reksadana dan SBN yang terus bertumbuh, serta dana kelolaan terus meningkat. (Shutterstock)

Peningkatan dana kelolaan pada tahun ini disebabkan oleh mulai pulihnya perkembangan dana kelolaan dari reksadana terproteksi

Bareksa.com - Dana kelolaan (asset under management/AUM) industri reksadana Tanah Air tahun ini diperkirakan bisa menembus angka Rp620 triliun. Nilai itu meningkat 6,9 persen dibandingkan dana kelolaan pada Desember 2021 yang mencapai Rp579,96 triliun atau hampir menembus Rp600 triliun.

Head of Investment Research PT Infovesta Utama Wawan Hendrayatna menjelaskan peningkatan dana kelolaan industri reksadana pada tahun ini disebabkan oleh mulai pulihnya perkembangan dana kelolaan dari reksadana terproteksi.

"Reksadana terproteksi sebelumnya sempat turun karena penurunan insentif pajak, namun sekarang sudah mulai naik lagi. Tahun lalu, dana kelolaan dari reksadana terproteksi sudah mulai kembali ke level Rp102 triliun," jelas Wawan di Jakarta, Senin (10/1).

Investor ritel, menurut Wawan mengisi tempat investor institusi yang sebelumnya banyak membeli reksadana terproteksi. Antusiasme investor ritel ini, lanjut Wawan juga mendorong perkembangan dana kelolaan di segmen reksadana pasar uang, reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap.

Direktur PT Panin Asset Management (AM) Rudiyanto pihaknya juga optimistis bisa menumbuhkan dana kelolaan. Tahun ini, Panin AM menargetkan dana kelolaan sebesar Rp15 triliun atau meningkat dari akhir 2021 yang mencapai Rp12,76 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, Panin AM tidak akan memfokuskan pemasaran pada satu jenis reksadana saja. Namun, pihaknya mengharapkan bisa mencapai kenaikan yang lebih tinggi pada reksadana saham.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Trimegah AM Target Rp30 Triliun

Kemudian, Chief Executive Officer PT Trimegah Asset Management Antony Dirga menjelaskan, tahun ini, pihaknya menargetkan dana kelolaan bisa menembus Rp30 triliun. Nilai ini meningkat lebih dari 10 persen dibandingkan 2021.

Untuk mencapai target dana kelolaan tersebut, Trimegah akan menggunakan berbagai strategi di antaranya secara konsisten menerapkan kebijakan yang selama ini dikerjakan. 

"Strategi tersebut, yaitu terus menghasilkan kinerja yang baik dengan risiko yang terukur dan yang terpenting, konsisten," kata dia.

Baca juga : Investasi Reksadana di Bareksa dapat OVO Poin dan Voucher GrabFood

Selain itu, Trimegah AM akan terus mendampingi investor dan calon investor dengan komunikasi yang aktif, transparan dan edukatif. Tujuan Trimegah AM adalah menjadi mitra investasi yang terbaik untuk para nasabah, yang setia dan konsisten menemani perjalanan finansial mereka.

Tahun ini, Trimegah AM berencana menggalakkan produk saham dan obligasi korporasi sesuai dengan tujuan perseroan yang konstruktif untuk pasar saham. Selain itu, Trimegah juga akan menerbitkan produk ETF yang sempat tertunda dalam perencanaannya. 

"Terakhir, kami juga akan menerbitkan varian baru dari Trimegah Balanced Absolute Strategy (BASTRA)," kata dia.

(K09/AM)

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.