Bursa Efek Luncurkan 2 Indeks ESG Baru, Potensi Acuan Reksadana Berwawasan Lingkungan

Hanum Kusuma Dewi • 09 Dec 2021

an image
Ilustrasi investasi di instrumen yang memegang prinsip berkelanjutan, seperti reksadana ESG, obligasi hijau dan lainnya. OJK sedang mendorong penerapan prinsip keuangan berkelanjutan di sektor jasa keuangan. (Shutterstock)

Dua indeks baru yang akan diluncurkan adalah ESG Sector Leaders IDX Kehati dan Indeks ESG Quality 45 IDX Kehati

Bareksa.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) segera meluncurkan dua indeks baru berbasis environment, social and governance (ESG). Adanya indeks ini diharapkan bisa mendorong penerbitan produk reksadana indeks dan exchange traded fund (ETF) yang berwawasan lingkungan.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi menjelaskan, dua indeks baru yang akan diluncurkan adalah ESG Sector Leaders IDX Kehati dan Indeks ESG Quality 45 IDX Kehati. Pembuatan indeks ini bekerjasama dengan Yayasan Sri Kehati dan akan diluncurkan secara resmi pada 20 Desember mendatang.

Adanya peluncuran dua indeks ini, menurut Hasan bisa menjadi acuan dan alternatif investasi dengan indeks Sri Kehati yang baru. "Bisa menjadi acuan reksadana aktif maupun exchange traded fund (ETF). Investor juga lebih mudah berinvestasi dan bisa lebih bertanggung jawab dalam berinvestasi karena bisa menerapkan aspek ESG lebih baik," kata dalam acara Temu Wartawan secara Virtual dikutip Rabu, (8/12).

Sebagai informasi, ETF adalah produk reksadana yang bisa diperdagangkan di bursa, harganya real-time dan transaksi hanya pada jam bursa saja. Sementara itu, reksadana indeks saham adalah reksadana yang meniru isi portofolio dari indeks acuannya. 

Adapun sejauh ini, Hasan melihat investasi berbasis ESG sudah menjadi perhatian utama dan mulai meningkat di pasar keuangan global maupun domestik. Manajer investasi mulai menerapkan aspek investasi yang bertanggung jawab dengan mengintegrasikan aspek ESG yang baik dalam pengambilan keputusan investasi dan penempatan portofolio. 

Pasalnya, investor tidak hanya memperhatikan keuntungan dalam berinvestasi di instrumen berbasis ESG, namun juga adanya dampak negatif yang bisa ditimbulkan apabila tidak diterapkannya aspek ESG. "Di Eropa, manajer investasi sudah diwajibkan untuk menerapkan kebijakan dengan mengintegrasikan risiko dalam mengambil keputusan," kata dia.

Komitmen manajer investasi global ini juga terlihat dari dana kelolaan organisasi manajer investasi yang tergabung dalam Principle for Responsible Investment (PRI). Hingga Juli 2021, PRI mencatat dana kelolaan sebesar US$120 miliar atau meningkat 15 persen dari periode sebelumnya.

Sementara di tingkat domestik, pertumbuhan reksadana dan ETF berbasis ESG juga meningkat signifikan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dana kelolaan sudah mencapai lebih dari Rp3,38 triliun dari 15 produk reksadana dan ETF berbasis ESG atau meningkat dari 2017 yang mencapai Rp730 miliar dengan 7 produk reksa dana dan ETF berbasis ESG.

"Peningkatan dana kelolaan sesuai dengan peta jalan (roadmap) keuangan berkelanjutan tahap I, 2021-2025 yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," terang dia.

BEI bersama stakeholder yang peduli keuangan berkelanjutan seperti Yayasan Sri Kehati untuk menciptakan produk investasi berbasis ESG. Saat ini, sudah ada dua indeks saham dengan basis ESG, yakni IDX ESG Leaders dan indeks saham Sustainable and Responsible Investment (SRI) Kehati.

OJK sebelumnya juga menyampaikan minat investor terhadap produk ESG cukup besar. Sejumlah manajer investasi juga menyoroti penerapan prinsip sustainable investing yang dinilai memberikan pengaruh positif terhadap kinerja keuangan mereka.

(k09/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.