Bareksa Update : Sentimen Fed Rate dan Tapering Bayangi Pasar, Reksadana Ini Fantastis!

Abdul Malik • 25 Nov 2021

an image
Ilustrasi investor yang memantau kinerja investasinya di reksadana dan SBN, yang terpengaruh oleh arah kebijakan The Fed. (Shutterstock)

IHSG diprediksi akan bergerak sideways karena investor menanti rilis data ekonomi AS terkait keputusan tapering, serta kecenderungan aksi jual oleh investor asing

Bareksa.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak mendatar (sideways) karena investor menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terkait keputusan tapering, serta kecenderungan aksi jual oleh investor asing.

Menurut analisis Bareksa, indeks saham Tanah Air hari ini masih akan didukung oleh saham berkapitalisasi besar dan yang memiliki kaitan erat dengan potensi pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19.

Dengan begitu, kinerja reksadana saham dan campuran berbasis saham big caps ikut prospektif. IHSG pada 24 November 2021 naik 0,08 persen ke level 6.683,28.

Di sisi lain, bank sentral Negeri Paman Sam (Federal Reserve/The Fed) berencana menaikan suku bunga acuannya lebih cepat apabila tingkat daya beli masyarakat (inflasi) terus berada pada level tinggi.

Dalam pertemuannya beberapa waktu lalu, beberapa anggota The Fed menyatakan keinginan untuk mempercepat laju tapering atau pengurangan pembelian kembali obligasi.

Analisis Bareksa melihat reksadana pendapatan tetap akan cenderung melemah tipis merespons hal tersebut. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 24/11/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,2 persen, pada 24 November 2021.

Di tengah potensi stagnasi pasar saham dan obligasi, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana sahan, reksadana campuran dan reksadana pendapatan tetap yang terbukti mencatakan kinerja fantastis berikut ini :

Imbal Hasil 1 Tahun (24 November 2021)

Reksadana Saham

Manulife Saham Andalan : 44,04 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 31,38 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Stable Fund : 9,08 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 5,56 persen

Reksadana Campuran

Jarvis Balanced Fund : 86,53 persen
Syailendra Balanced Opportunity Fund : 28,86 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu.

(Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.