Indeks Saham Melemah, Reksadana Pasar Uang Pilihan Bijak untuk Diversifikasi

Abdul Malik • 17 Sep 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pasar uang yang terus bertumbuh di tengah gejolak pasar. (Shutterstock)

Dua reksadana pasar uang di Bareksa mampu mencetak imbal hasil 5,53 persen dan 5,46 persen setahun

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace finansial dan investasi terintegrasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta kinerja indeks acuannya (benchmark) periode sebulan terakhir (per 16 September 2021) :

Reksadana Saham

IHSG : 0,36 persen
Indeks Reksadana Saham : 1,57 persen
Simas Saham Unggulan : 6,06 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : 1,29 persen
BNP Paribas Pesona Syariah : 3,89 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 1,1 persen
Simas Satu : 4,28 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,46 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : 1,96 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: 0,81 persen
Reksa Dana Kehati Lestari Kelas G : 1,84 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : 0,00 persen
Reksa Dana Syariah Bahana Mes Syariah Fund Kelas G : 0,88 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,18 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,43 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,05 persen
Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia : 0,4 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 16 September 2021 melemah 0,005 persen ke level 6.109,94. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 16/09/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,2 persen pada 16 September 2021.

Di tengah melemahnya IHSG, reksadana pasar uang dapat dijadikan pilihan bijak untuk investasi jangka pendek atau diversifikasi investasi. Reksadana pasar uang berisikan instrumen pasar uang yang terbilang stabil, seperti deposito bank dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun.

Di marketplace reksadana Bareksaterdapat dua reksadana pasar uang yang mampu mencetak imbal hasil (return) 5,53 persen dan 5,46 persen dalam setahun. Dua reksadana itu ialah Sucorinvest Money Market Fund dan Danamas Rupiah Plus.

Reksadana Sucorinvest Money Market Fund mencetak imbal hasil 5,53 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Oki Pulp & Paper Mills I Tahun 2021 Seri A (OPPM01A), deposito TD Bank JABAR BJB, TD PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, TD PT BankVictoria International Tbk, dan TD PT BPD Sulawesi Utara Dan Gorontalo.

Sedangkan reksadana Danamas Rupiah Plus mencetak imbal hasil 5,46 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah obligasi Adhi Karya, Bank Bukopin, Bank Capital, BFI Finance, Japfa, Jaya Ancol, Mayora Indah, Merdeka Cooper Gold, Sinarmas Multifinance, dan Wom Finance.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.