Rilis Data PMI Manufaktur dan Inflasi Dongkrak Indeks, Reksadana Saham Juara

Abdul Malik • 06 Sep 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana, baik reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, reksadana pendapatan tetap dan reksadana indeks. (Shutterstock)

Secara mingguan, IHSG mengakumulasi kenaikan 1,42 persen ke level 6.126,92 sepanjang pekan I September

Bareksa.com - Mengakhiri pekan pertama September 2021, bursa saham Tanah Air berhasil menorehkan kinerja positif dengan kenaikan cukup signifikan.

Dalam sepekan perdagangan yang berlangsung pada 30 Agustus hingga 3 September, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah sebanyak dua kali dan di zona hijau sebanyak tiga kali, di mana secara mingguan mengakumulasi kenaikan 1,42 persen ke level 6.126,92.

Sepanjang pekan lalu, investor asing terlihat dominan memborong aset ekuitas dengan catatan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp1,58 triliun di pasar reguler. Pada pekan lalu, IHSG sempat terkoreksi nyaris 1 persen pada perdagangan Rabu (1/9), pasca rilis data PMI Manufaktur dan inflasi Tanah Air.

Aktivitas manufaktur Indonesia pada Agustus 2021 memang cenderung membaik dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut belum bisa membawa ke zona ekspansi.

HIS Markit melaporkan aktivitas manufaktur Indonesia yang diukur dengan Purchasing Managers' Index (PMI) periode Agustus 2021 adalah 43,7, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 40,1. PMI menggunakan angka 50 sebagai batas. Kalau masih di bawah 50, maka dunia usaha masih dalam mode kontraksi.

Kemudian masih di hari yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data laju inflasi Indonesia periode Agustus 2021. Hasilnya tidak jauh dari ekspektasi, laju inflasi masih lambat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto melaporkan inflasi Agustus 2021 adalah 0,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month on month/mom). Ini membuat inflasi tahunan (year on year/yoy) menjadi 1,59 persen.

Sementara itu jelang akhir pekan, pelaku pasar saham di dalam negeri juga merespons positif dari data klaim tunjangan pengangguran Amerika Serikat (AS) pada pekan terakhir Agustus.

Untuk pertama kalinya sejak pandemi virus corona (Covid-19) merebak, data klaim tunjangan pengangguran di pekan terakhir Agustus tercatat hanya 340.000. Angka tersebut lebih rendah dari perkiraan konsensus di 345.000 dan menjadi yang terendah sejak Maret tahun lalu.

Ekonom-ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan akan ada tambahan angka penciptaan kerja sebanyak 720 ribu di bulan Agustus yang membuat tingkat pengangguran turun ke 5,2 persen.

Seluruh Jenis Reksadana Kompak Menguat

Kondisi pasar saham Indonesia yang positif pada pekan lalu, secara umum turut mendorong seluruh jenis kinerja reksadana, terutama yang berbasis ekuitas. Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana saham memimpin kenaikan pekan lalu dengan lonjakan 2,09 persen.

Sumber: Bareksa

Kemudian di peringkat kedua disusul oleh indeks reksadana campuran dengan apresiasi 1,29 persen, yang juga memiliki alokasi aset pada saham.

Adapun di peringkat ketiga dan keempat ditempati oleh indeks reksadana pendapatan tetap dan indeks reksadana pasar uang dengan masing-masing kenaikan 014 persen dan 0,05 persen.

Di sisi lain, top 10 reksadana yang berhasil mencatatkan kenaikan kinerja dengan imbal hasil (return) mingguan tertinggi pada pekan lalu mayoritas dikuasai oleh produk reksadana saham sebanyak 7 produk, disusul reksadana campuran 2 produk, dan reksadana indeks & ETF 1 produk.

 Sumber: Bareksa

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.