OJK Sebut Penghimpunan Dana Pasar Modal Melesat, Sentimen Positif Reksadana Saham

Abdul Malik • 27 Aug 2021

an image
Ilustrasi initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham dan obligasi yang bisa berpengaruh terhadap reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

OJK mencatat penghimpunan dana di pasar modal hingga 24 Agustus 2021 mencapai Rp136,9 triliun, melesat 199 persen

Bareksa.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penghimpunan dana di pasar modal hingga 24 Agustus 2021 mencapai Rp136,9 triliun, melesat 199 persen dari periode yang sama tahun lalu. Meningkatnya penghimpunan dana ini menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan instrumen investasi dengan portofolio saham, seperti reksadana saham.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan, penghimpunan dana tersebut salah satunya berasal dari 28 emiten baru yang melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

"Penghimpunan dana tersebut berpotensi meningkat karena masih ada 92 emiten yang sedang memproses penawaran dengan nilai Rp50,6 triliun," jelas dia dalam keterangan resmi (26/8).

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik terjaga stabil. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 20 Agustus 2021 berada di level 6.031 dengan dana dari investor asing tercatat masuk sebesar Rp2,4 triliun.

Tahun ini, OJK menargetkan nilai penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum Rp150-180 triliun. Nilai ini meningkat 26-52 persen dibandingkan realisasi tahun lalu Rp118,7 triliun.

Prediksi Semester II

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna memprediksi, penggalangan dana pada semester II 2021 masih sangat menjanjikan. Hal ini dari aktivitas efek yang akan dicatatkan di bursa, khususnya saham, obligasi dan sukuk.

Per 30 Juli 2021, jumlah penggalangan dana dari saham, obligasi dan sukuk diperkirakan akan mencapai Rp34,4 triliun. Adapun di saham, Nyoman menyebutkan ada 25 perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya dengan potensi penghimpunan dana Rp5,5 triliun.

Selain itu, terdapat 23 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi dan sukuk dengan perkiraan dana yang akan dihimpun mencapai Rp28,9 triliun.

"Dengan masih adanya waktu sekitar lima bulan lagi sampai dengan akhir tahun 2021, maka potensi penghimpunan dana diperkirakan akan melebihi Rp34,4 triliun," kata dia.

Meningkatnya penggalangan dana tersebut bisa berdampak positif bagi IHSG. Tahun ini, sejumlah analis memperkirakan IHSG bisa menembus level 6.700-6.800.

Kinerja Reksadana Saham

Peningkatan IHSG akan berpengaruh signifikan ke reksadana saham. Berdasarkan data Bareksa, dari 74 produk reksadana saham yang tersedia, mayoritas mencatat kinerja positif setahun terakhir (per 26 Agustus 2021).

Posisi teratas bahkan mampu membukukan keuntungan di atas 50 persen setahun. Di antaranya reksadana saham Manulife Greater Indonesia Fund dengan imbal hasil 57,9 persen, disusul Manulife Saham Andalan 54,19 persen, Sucorinvest Sharia Equity Fund 50,75 persen.

Top 10 Reksadana Imbalan Tertinggi 1 Tahun (per 26 Agustus 2021)

Sumber : Bareksa

Perlu diingat, apapun pilihan instrumen investasi kamu, selalu sesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko kamu ya!

(K09/AM)

​***

​​​Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.