Laba Astra Semester I 2021 Turun, Namun Reksadana Portofolio Saham ASII Tetap Positif

Abdul Malik • 03 Aug 2021

an image
Menara Astra (dok. Astra)

Astra mencatat laba Rp8,83 triliun pada semester I 2021 atau menurun 22 persen dibandingkan semester I 2020

Bareksa.com - PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp8,83 triliun pada semester I 2021 atau menurun 22 persen dibandingkan semester I 2020 yang mencapai Rp11,37 triliun. Kendati laba Astra menurun, namun reksadana saham yang memiliki portofolio ASII masih mencatatkan kinerja positif.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Djondro menjelaskan penurunan laba di semester I 2021 ini disebabkan adanya keuntungan penjualan saham unit usaha yakni PT Bank Permata Tbk (BNLI) pada semester I 2020. Sehingga laba di paruh pertama tahun ini kelihatan lebih kecil dari 2020.

Apabila tidak memperhatikan keuntungan penjualan saham Bank Permata di 2020 itu, maka laba Astra di semester I 2021 sejatinya meningkat 61 persen.

Djony menjelaskan sebagian besar bisnis Grup Astra mengalami perbaikan pada semester pertama tahun 2021, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020. Meskipun faktanya bisnis Grup Astra menghadapi tantangan akibat pembatasan bisnis terkait dengan penanggulangan pandemi Covid-19 pada kuartal II 2020.

"Walaupun kondisi bisnis telah membaik, kondisi masih akan menantang hingga akhir tahun ini, mengingat kinerja bisnis dan kepercayaan konsumen masih akan terdampak oleh situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini," kata dia dalam keterangan resmi, Kamis (29/7).

Sementara itu, pendapatan bersih konsolidasi ASII mencapai Rp107,4 triliun, naik 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan divisi jasa keuangan Grup Astra, mencapai Rp20,5 triliun pada semester I 2021, atau melonjak 180,82 persen dari akhir 2020 yang mencapai Rp 7,3 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh kinerja penjualan yang membaik, serta realisasi belanja modal dan keperluan modal kerja yang lebih rendah.

"Jika volume penjualan terus membaik hingga akhir tahun, belanja modal dan modal kerja bisa meningkat," papar Djony.

Dilihat dari seluruh lini bisnis, hampir semua segmen membukukan peningkatan kinerja. Segmen otomotif tercatat membukukan kenaikan laba bersih terbesar, yakni 362 persen menjadi Rp3,3 triliun. Peningkatan laba ini karena perseroan bisa menanggulangi dampak negatif dari pandemi pada kuartal II 2020.

"Peningkatan laba juga karena peningkatan volume penjualan pada semester pertama tahun ini, terutama berasal dari segmen roda empat yang diuntungkan oleh insentif sementara pajak penjualan barang mewah," jelas Djony.

Kinerja Reksadana Saham dengan Portofolio ASII

Beberapa reksadana saham yang tersedia di Bareksa memiliki saham ASII dalam portofolionya. Namun reksadana tersebut masih membukukan tingkat pengembalian (return) yang positif. Misalnya, Manulife Dana Saham Kelas A dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Reksadana ini memiliki portofolio saham ASII, beberapa bank besar, telekomunikasi dan beberapa saham lapis kedua. Dalam sebulan, reksadana ini mencatat imbal hasil 5,89 persen dalam sebulan (per 29 Juli 2021). Sementara dalam setahun, reksadana ini memberikan imbalan 20,04 persen.

Lalu, ada Sucorinvest Equity Fund, reksadana dari PT Sucor Asset Management. Reksadana ini memiliki portofolio saham ASII, BBNI, BBTN, GGRM dan PGAS. Reksadana saham ini masih membukukan return positif, yakni 17,59 persen dalam setahun dan 59,71 persen dalam lima tahun.

(K09/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.