Indeks Saham Anjlok, Namun Reksadana Pendapatan Tetap Terus Menguat

Abdul Malik • 26 Mar 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana dan SBN yang terus bertumbuh di tengah fluktuasi pasar saham. (Shutterstock)

Dua reksadana pendapatan tetap yang terus menguat di antaranya Sucorinvest Bond Fund dan Capital Fixed Income Fund

Bareksa.com – Berikut reksadana yang diperdagangkan di marketplace Bareksa dengan return tertinggi, beserta kinerja indeks benchmark periode sebulan terakhir (per 25 Maret 2021) :

Reksadana Saham

IHSG : -2,65 persen
Indeks Reksadana Saham : -3,76 persen
BNI-AM Inspiring Equity Fund : -2 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -4,71 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : -1,71 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -1,81 persen
STAR Balanced: 1,46 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -2,11 persen
Avrist Balanced - Amar Syariah : -1,71 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,43 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,67 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,36 persen
MNC Dana Syariah : 0,38 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark:
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,25 persen
HPAM Ultima Money Market : 0,45 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,21 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,33 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 25 Maret 2021 turun 0,54 persen ke level 6.122,88. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 25/03/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik di level 6,8 persen pada 25 Maret 2021.

Di tengah melemahnya IHSG, pasar obligasi masih stabil sehingga kinerja reksadana pendapatan tetap juga terus bertumbuh. Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang.

Di marketplace reksadana Bareksa, terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak return (imbal hasil) 19,28 persen dan 18,11 persen setahun terakhir (per 25 Maret 2021). Dua reksadana itu adalah Sucorinvest Bond Fund dan Capital Fixed Income Fund yang mayoritas portofolionya adalah obligasi negara.

Reksadana Sucorinvest Bond Fund mencetak imbal hasil 19,28 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2021, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Mandala Finance Tbk, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0070 (FR0070), Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0086 (FR0086), Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0087 (FR0087), dan Obligasi PP Properti Tbk.

Sedangkan reksadana Capital Fixed Income Fund mencetak imbal hasil 18,11 persen dalam setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Februari 2021 portofolio reksadana ini adalah Deposito Bank Danamon, Deposito BPD Sulut, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0065 (FR0065), Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0068 (FR0068), Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0077 (FR0077), Obligasi Negara Republik Indonesia Seri FR0082 (FR0082), SBSN Seri PBS004 (PBS004), SBSN Seri PBS012 (PBS012), dan SBSN Seri PBS026 (PBS026).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.​

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(Reynaldi Gumay/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.