Kelolaan Januari Terkoreksi, Minat Investor di Reksadana Pendapatan Tetap Meningkat

Abdul Malik • 11 Feb 2021

an image
Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap. (Shutterstock)

Secara tahunan (YOY), dana kelolaan reksadana pendapatan tetap tumbuh 13 persen

Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report January 2020, menyebutkan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap, terkoreksi tipis secara year to date (YtD) pada Januari 2021. Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada Januari 2021 tercatat Rp139,6 triliun, minus 0,97 persen sepanjang tahun berjalan atau year to date (YtD) dan secara bulanan (MoM).

Sebelumnya, pada Desember 2020, dana kelolaan reksadana pendapatan tetap tercatat Rp140,9 triliun.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report January 2021

Namun demikian, secara tahunan (YOY), dana kelolaan reksadana pendapatan tetap tumbuh 13 persen.

Di sisi lain, pertumbuhan reksadana pendapatan tetap dari sisi penerbitan unit tercatat tumbuh 1,19 persen menjadi 84,1 miliar unit secara year to date (YTD).Kinerja. Kondisi itu menandakan minat investor untuk membeli reksadana pendapatan tetap terus meningkat.

Untuk diketahui, kinerja reksadana pendapatan tetap sepanjang 2020 paling kinclong dibandingkan jenis reksadana lainnya, di tengah gejolak pasar akibat pandemi Covid-19. Tahun ini kinerja reksadana jenis ini diprediksi masih cemerlang, meskipun tidak sekinclong tahun lalu.

Kinerja Manajer Investasi

Minusnya dana kelolaan reksadana pendapatan tetap secara industri pada Januari 2021, menurut Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report January 2021 karena ada 14 dari top 20 MI mencatatkan penurunan kelolaan baik secara year to date (YTD) maupun bulanan (MoM).

Dengan kata lain, hanya 6 perusahaan manajemen investasi (MI) dari daftar top 20, membukukan kenaikan AUM reksadana pendapatan tetap (YtD dan YoY).

Kenaikan AUM reksadana pendapatan tetap 6 MI tersebut mulai 1 persen hingga 36 persen YtD dan MoM. Adapun dana kelolaan reksadana pendapatan tetap 14 MI mencatatkan negatif antara 1 persen hingga 16 persen.

Di sisi lain, secara tahunan (YOY), mayoritas yakni 12 MI dari Top 20 MI dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar, tumbuh 4 persen hingga 229 persen.

Sementara 8 MI lainnya dana kelolaan reksadana pendapatan tetap minus 8 persen hingga 34 persen.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan Industri reksadana Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report January 2021. Untuk berlangganan laporan ini sila hubungi marketing@bareksa.com (cc: data@bareksa.com).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

​​​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa. GRATIS

DISCLAIMER​
Semua data kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.