Inflasi Agustus Terendah 20 Tahun, Kinerja Reksadana Indeks Melesat dan Juara

Bareksa • 02 Sep 2020

an image
Pedagang menata bahan makanan yang dijual di Pasar Jembatan Lima, Jakarta, Rabu (3/1). BPS mencatat inflasi pada tahun 2017 secara tahunan (year-to-year) sebesar 3,61 persen dan dianggap masih aman karena berada di bawah target dalam APBNP sebesar 4,3 persen, salah satunya dipicu harga pangan yang masih aman. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Inflasi Agustus secara tahunan mencapai 1,32 persen YoY, terendah dalam 20 tahun terakhir sejak Mei 2000

Bareksa.com - Setelah mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 2 persen di awal pekan ini, bursa saham domestik langsung berhasil recovery di perdagangan hari pertama bulan September 2020. Pada perdagangan Selasa (1/9/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,37 persen ke level 5.310,68.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi penurunan harga barang dan jasa secara umum pada Agustus 2020. Hal ini menjadikan tingkat inflasi secara tahunan mencapai 1,32 persen year on year (YoY), terendah dalam 20 tahun terakhir sejak Mei 2000.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK), yang menjadi parameter inflasi, secara umum menunjukkan adanya penurunan.

"Pada Agustus terjadi deflasi 0,05 persen month on month (MoM). Inflasi tahun kalender 0,93 persen (year to date/YtD). Sehingga, inflasi tahun ke tahun 1,32 persen (YoY)," ujarnya dalam Rilis Berita Resmi BPS secara online 1 September 2020.

Sebelumnya pada Juli 2020, BPS juga mencatat terjadi deflasi 0,10 persen MoM. Sehingga, inflasi secara tahunan 1,54 persen YoY pada Juli 2020.
Namun di sisi lain, tanda kebangkitan perekonomian Indonesia datang dari IHS Markit yang melaporkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Agustus 2020 berada di level 50,8. Angka tersebut naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 46,9.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika angkanya di atas 50, menandakan bahwa pelaku usaha siap melakukan ekspansi.

"(PMI manufaktur Indonesia) naik di atas ambang netral 50 untuk kali pertama sejak Februari, dan menunjukkan peningkatan kondisi kesehatan sektor tersebut. Data PMI rata-rata (48,8) sejauh ini untuk triwulan ketiga mengisyaratkan gambaran manufaktur yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan triwulan kedua," sebut keterangan tertulis IHS Markit.

Reksadana Berbasis Indeks Melesat

Kondisi IHSG yang melonjak cukup tajam terutama didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) pada perdagangan kemarin, turut mendorong beberapa indeks saham lain seperti LQ45 (+2,07 persen), IDX30 (+2,17 persen), dan SRI KEHATI (+2,41 persen).

Penguatan signifikan yang terjadi pada IHSG maupun indeks saham lainnya tentu berdampak positif terhadap kinerja reksadana saham maupun reksadana indeks.

Top 10 Reksadana Return Tertinggi Harian per 1 September 2020

 
Sumber: Bareksa

Berdasarkan reksadana yang dijual di Bareksa, 6 dari 10 besar reksadana dengan return harian tertinggi ditempati oleh produk reksadana jenis indeks & ETF, yang mana jenis reksadana tersebut pergerakannya mirip dengan indeks acuannya.

Sementara 4 lainnya ditempati oleh produk reksadana jenis saham, yang juga mencatatkan kenaikan signifikan dikarenakan mayoritas saham mencatatkan lonjakan pada perdagangan kemarin.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai. Investor disarankan untuk selalu menyesuaikan investasi dengan profil risikonya.

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.