CEO Mandiri Investasi, Alvin P : Investor Sebaiknya Tetap Disiplin Investasi

Bareksa • 10 Aug 2020

an image
CEO Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa ketika memberikan keterangan pers kepada media. (Sumber: Mandiri Investasi)

Rencana meluncurkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) pada paruh kedua tahun ini on going

Bareksa.com - Direktur Utama (CEO) PT Mandiri Manajamen Investasi atau Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa menyampaikan pertumbuhan reksadana dan produk kontrak investasi kolektif (KIK) lainnya secara nasional sampai dengan Juni masih minus 10 persen. sehingga menurut dia, pertumbuhan reksadana sampai dengan akhir tahun tidak akan terlalu jauh dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diestimasikan akan flat di 2020.

Meski begitu, Alvin menyarankan di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini, investor yang baru maupun lama untuk tetap disiplin dalam berinvestasi.

"Tetap disiplin menerapkan investasi secara berkala dengan menyesuaikan alokasi aset sesuai dengan jangka waktu dan juga risk appetite (profil risiko) masing-masing," kata Alvin kepada Bareksa, Senin (10/8/2020).

Manajemen Mandiri Investasi memutuskan untuk merevisi target asset under management (AUM) atau dana kelolaan pada tahun ini. Alvin mengatakan secara konservatif, target dana kelolaan konsolidasi menjadi Rp62 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp66 triliun.

Alvin mengatakan dana kelolaan tetap berpotensi akan tumbuh. Kenaikan AUM reksadana dapat terjadi dari sisi valuasi underlying asset, apabila terjadi kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun harga obligasi. Faktor lainnya, pertambahan jumlah investor reksadana yang tercermin dari kenaikan unit penyertaan (UP) juga dapat menggerakkan AUM dari perusahaan manajer investasi.

Alvin sebelumnya mengatakan kenaikan valuasi pasar terjadi apabila faktor yang menjadi penyebab market ini turun yaitu Covid-19 dapat tertangani, baik dari sisi vaksin, obat, maupun penurunan tingkat penularan. Sehingga aktivitas ekonomi dapat kembali berjalan normal.

Di sisi lain rencana Mandiri Investasi meluncurkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) pada paruh kedua tahun ini, kata Alvin, sejauh ini juga masih on going. Adapun KIK EBA yang sudah diterbitkan Mandiri Investasi antara lain KIK EBA GIAA01.

Rencananya, KIK EBA terbaru yang akan diterbitkan Mandiri Investasi adalah KIK EBA Syariah, dengan menggandeng PT Jasa Marga Tbk.  "KIK-EBA Syariah Jasa Marga ini akan menggunakan ruas tol JORR Cilincing-Cikunir sebagai underlying asset," Direktur Sales Mandiri Manajemen investasi Endang Astharanti pada Juni 2020.

Produk Mandiri Investasi

Sementara itu mengenai produk Mandiri Investasi apa saja yang direkomendasikan untuk dipilih investor pada saat ini hingga akhir tahun, Alvin mengatakan pihaknya memiliki range produk yang beragam mulai dari yang sangat konservatif hingga yang agresif, konvensional maupun syariah, baik dalam rupiah maupun dolar AS.

"Kami di 2020 ini merekomendasikan untuk RD obligasi dalam rupiah durasi pendek dan memiliki fitur dividen bulanan yaitu Mandiri Investa Dana Utama (MIDU), kemudian untuk yang ingin melakukan diversifikasi kami juga memiliki produk RD Obligasi denominasi rupiah yang berinvestasi dalam obligasi Pemerintah dalam USD - sangat menarik dengan kinerja yg unggul sampai sekarang menghasilkan performa lebih besar dari 11 persen year to date (YtD)," kata Alvin.

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.