Avrist AM : Reksadana Saham, Obligasi dan Pasar Uang Kinerjanya Bakal Positif

Bareksa • 06 Aug 2020

an image
ilustrasi diversifikasi portofolio yang digambarkan dengan kotak-kotak jenis investasi reksadana saham obligasi komoditas reits etf di dalam keranjang belanja di atas komputer laptop.

Untuk reksadana pendapatan tetap diprediksi kinerjanya akan tetap positif hingga akhir tahun

Bareksa.com - Head of Investment Avrist Asset Management (Avrist AM), Farash Farich, mengatakan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) pada kemarin (5/8/2020) mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 yang tercatat minus, sesuai perkiraan para analis.

BPS menyebutkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II 2020 mencapai Rp3.687,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.589,6 triliun.

Secara year on year (YoY) atau dibandingkan kuartal II 2019, ekonomi Indonesia minus 5,32 persen, secara kuartal per kuartal (QtQ) turun 4,19 persen dan secara akumulasi semester I 2020 dibandingkan semester I tahun lalu terkontraksi 1,26 persen.

Sumber: BPS

"Memang kuartal II 2020 sesuai perkiraan pertumbuhan ekonomi negatif, namun memang negatifnya lebih besar dari perkiraan. Tapi melihat pasar saham dan obligasi yang malah naik harganya kemarin, sepertinya investor sudah lebih fokus ke perkembangan ekonomi dan bisnis ke depannya," kata Farash kepada Bareksa, Kamis (6/8/2020).

Reksadana Pilihan

Farash menilai seiring tertekannya ekonomi akibat pandemi, kinerja reksadana saham, obligasi dan reksadana pasar uang ke depannya akan positif. "Namun memang jangka waktunya berbeda," imbuhnya.

Dia memperkirakan kinerja reksadana saham berpeluang positif dalam 12 bulan ke depan, agar mendapatkan hasil kinerja yang lebih optimal. "Untuk reksadana pendapatan tetap, tahun ini kinerja positif dan diperkirakan masih akan tetap positif hingga akhir tahun," kata Farash.

Farash mengatakan Baik ETF obligasi atau reksadana pendapatan tetap mapun pasar uang, dapat dipilih investor untuk jangka pendek. Untuk jangka waktu investasi yang lebih panjang, bagusnya ia menyampaikan, tetap reksadana indeks saham.

Terkait jenis reksadana yang dapat dipilih investor, Farash menjelaskan, ada sejumlah produk yang diterbitkan Avrist AM yang dapat dipertimbangkan investor.

"Avrist ETF Fixed Rate I atau Avrist Bond Fund atau Avrist Prime Bond. Fund Avrist IDX30 atau Avrist LQ45 atau Avrist Saham Blue Safir," katanya.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Simak ulasan tips untuk memaksimalkan keuntungan berinvestasi di reksadana : Tips Menabung di Reksadana Agar Tujuan Investasi Dapat Tercapai

(AM)

***

Ingin berinvestasi yang aman di reksadana dan diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.